nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dalam Kasus COVID-19, Kenapa Badai Sitokin Berbahaya Bagi Manusia?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 21:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 19 481 2171149 dalam-kasus-covid-19-kenapa-badai-sitokin-berbahaya-bagi-manusia-Bs8o9rVvV9.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

REMPAH-REMPAH Indonesia seperti curcumin, jahe, kunyit, sereh, dan temulawak diklaim mampu menjadi salah satu obat virus Korona atau COVID-19. Hal ini, lantaran vurcumin dianggap bisa menangkal badai sitokin yang muncul karena COVID-19.

Dijelaskan Dokter Spesialis Paru RS Awal Bros Bekasi Timur dr. Annisa Sutera Insani, SpP, badai sitokin adalah kondisi saat sistem imun tubuh melawan virus dan ini biasanya terjadi saat adanya infeksi berat atau sepsis. Jadi, dengan menangkal badai sitokin dengan curcumin, tubuh akan bisa lebih kuat dalam melawan virus korona baru (2019-nCoV).

Tapi, dokter Annisa menerangkan, itu karena saat badai sitokin muncul, bukan hanya efek baik yang muncul, tapi juga kondisi lain dan ini memengaruhi kesehatan tubuh pasien.

sitokin dengan curcumin, tubuh akan bisa lebih kuat dalam melawan virus korona baru (2019-nCoV).

"Saat badai sitokin muncul, tubuh juga akan mengalami demam, sesak napas, denyut jantung cepat atau yang disebutkan di awal dengan kondisi sepsis. Nah, kalau kondisi semakin buruk, tensi bisa turun karena virusnya sulit untuk dikalahkan," katanya kepada Okezone.

Sementara itu, dr Annisa coba menerangkan secara detil ini kondisi tubuh ketika badai sitokin terjadi di paru-paru.

"Jika badai sitokin menyebabkan peradangan pada paru atau reseptor cox teraktivasi, tubuh akan secara otomatis mengaktifkan prostaglandin untuk merangsang menjadi demam dan nyeri," jelas dia.

"Kalau sudah begini, dokter akan memberikan cox inhibitor seperti obat non-steroid anti inflamasi drug (NSAID) contohnya ibuprofen atau aspirin dengan tujuan mengurangi demam atau nyeri yang muncul," tambahnya.

Pada kasus COVID-19, tubuh manusia memaksa sistem imun sitokin itu untuk terjadinya badai sitokin, karena virus yang datang terbilang baru dan sulit untuk dikenali sistem imun tubuh.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini