nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Perlu Daftar Ulang, Pasien Cuci Darah Cukup Finger Print

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 22:20 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 19 481 2171158 tak-perlu-daftar-ulang-pasien-cuci-darah-cukup-finger-print-S7te5Xo6jY.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PER 1 Januari 2020 peserta BPJS Kesehatan yang memerlukan layanan hemodialisis atau cuci darah, cukup melakukan perekaman sidik jari (finger print). Anda dapat melakukannya di klinik atau rumah sakit.

Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan BPJS Kesehatan, Budi Mohamad Arief mengatakan, seluruh fasilitas kesehatan mitra kerja BPJS Kesehatan yang melayani pelayanan cuci darah, kini sudah menerapkan sistem finger print. Sistem ini jadi salah satu bentuk perubahan peningkatan pelayanan cuci darah di setiap faskes.

hemodialisa

“Alhamdulillah sudah 100%, semua faskes yang melayani cuci darah sudah menerapkan sistem finger print. Kami mengapresiasi faskes mitra kerja kami yang berkomitmen tinggi untuk memberikan peningkatan kualitas layanan peserta JKN-KIS," ucap Budi lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone, Rabu (19/2/2020).

Seperti yang pernah diberitakan sebelumnya, BPJS Kesehatan bersama Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan Program JKN-KIS. Salah satunya adalah kemudahan prosedur pelayanan cuci darah.

Saat ini peserta tidak perlu lagi mengulang membuat surat rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Pemangkasan prosedur pasien gagal ginjal kronis yang rutin mendapatkan layanan cuci darah di rumah sakit ini, syaratnya sederhana.

Peserta harus sudah merekam atau terdaftar dengan menggunakan finger print di rumah sakit, tempat pasien biasa mendapat pelayanan. Biasanya peserta JKN-KIS yang melakukan cuci darah, diharuskan mengurus surat rujukan dari FKTP, seperti Puskesmas atau klinik, lalu diperpanjang setiap tiga bulan sekali.

“Tepatnya 715 rumah sakit dan 47 klinik utama yang bekerja sama melayani pelayanan cuci darah peserta JKN-KIS, seluruhnya sudah menerapkan sistem finger print,” tutup Budi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini