nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Tingkat Tinggi Jaminan Sosial Sedunia

Dewi Kania, Jurnalis · Rabu 19 Februari 2020 22:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 19 481 2171165 indonesia-jadi-tuan-rumah-pertemuan-tingkat-tinggi-jaminan-sosial-sedunia-ceLfLmMMb1.jpg Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris. (Foto: Humas BPJS Kesehatan)

INDONESIA kini menjadi salah satu barometer utama di dunia dalam hal pengelolaan jaminan sosial di bidang kesehatan. Meski penyelenggaraan jaminan sosial kesehatan melalui Program JKN-KIS masih terbilang cukup muda.

International Social Security Association (ISSA) sebagai asosiasi jaminan sosial sedunia, mempercayakan BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi Internasional bagi para pimpinan (CEO) dan senior manager program jaminan sosial (social security) sedunia, 22-24 September 2020 mendatang.

fahmi

The 1st International Conference on Management of Social Security yang rencananya akan diadakan di Bali nanti merupakan forum 3 tahun sekali dan ini adalah pertama kalinya diadakan oleh ISSA, di luar kegiatan rutin forum tertinggi ISSA World Social Security Forum.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris menyatakan siap menjalankan kepercayaan ini. Kemudian menjadi bukti bahwa bangsa ini telah menciptakan magnet baru dalam pengelolaan jaminan sosial di dunia.

"Nanti di sana kita bisa berbagi pengalaman, merumuskan solusi akan tantangan-tantangan yang tidak sedikit kita hadapi dalam pengelolaan jaminan sosial khususnya kesehatan,” ujar Fachmi lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone.

Selain berita menggembirakan tersebut, Fachmi Idris juga menjelaskan materi paparan terkait Digitalization in Indonesia-New Form of Work: Threat or Opportunity?. Ia menjelaskan, saat ini kepesertaan JKN-KIS selalu meningkat setiap tahunnya.

Indonesia pun saat ini sudah masuk dalam era digitalisasi yang meningkat dengan sangat cepat. Digitalisasi membuka peluang lapangan kerja baru di luar hubungan pekerjaan yang standard dan umumnya seperti e-commerce, e-transportation, dan online SMEs.

“Era digitalisasi seperti pisau bermata dua apabila tidak diantisipasi dengan hati-hati. Sebagai contoh salah satu tantangan terbesar Program JKN-KIS adalah bagaimana mengelola sektor informal," katanya.

Saat ini, sambung dia, pemanfaatan teknologi dilakukan dalam pengelolaan sektor informal agar peserta rutin membayar iuran, dengan membuka akses digitalisasi melalu pembayaran berbasis online.

"Saat ini lebih dari 700 ribu payment poin online banking telah dibangun, pemanfaatan e-commerce, e-wallet, dan lainnya ” ujar Fachmi.

Lebih jauh Fachmi juga menjelaskan perkembangan teknologi informasi, tidak dapat dilawan, dihindari atau bahkan menolaknya. Digitalisasi nyatanya juga menawarkan peluang simplifikasi dan efisiensi dalam bisnis proses penyelenggaraan program JKN-KIS.

Pemanfaatan teknologi informasi juga akan menjadi kesempatan bagi program ini, demi mendorong sistem pembiayaan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas, namun tetap efektif dan efisien dari sisi pembiayaan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini