Membahas Terapi Emsculpt yang Digunakan oleh Ashraf Sinclair

Kamis 20 Februari 2020 04:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 19 481 2171173 membahas-terapi-emsculpt-yang-digunakan-oleh-ashraf-sinclair-cMiwdgG4rt.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SUAMI Bunga Citra Lestari, Ashraf Sinclair, tutup usia beberapa hari lalu karena serangan jantung. Kabar ini cukup mengejutkan, mengingat Ashraf sangat menjaga bentuk badannya.

Salah satu terapi yang dia gunakan untuk membentuk badan yakni terapi emsculpt. Almarhum Ashraf Sinclair pun sering mengunggah videonya saat menjalani terapi tersebut lewat akun Instagram.

Lantas, apa itu terapi emsculpt? Seperti dilansir dari Solopos, emsculpt merupakan produk terapi stimulasi otot dengan listrik alias electric muscle stimulation (EMS).

Sesuai namanya, terapi EMS dilakukan dengan memberikan rangsangan listrik dari luar agar otot berkontraksi. Rangsangan listrik ini dibuat selayaknya rangsangan otak ke otot yang diterjemahkan dalam bentuk kontraksi.

dibuat selayaknya rangsangan otak ke otot yang diterjemahkan dalam bentuk kontraksi.

Dikutip dari Health, emsculpt merupakan metode yang disetujui Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA). Terapi ini diklaim mampu menghilangkan lemak dan mengencangkan otot, khususnya di area perut dan bokong.

Alat ini pun akan diletakkan di bagian perut atau bokongnya diletakkan alat yang tinggal disetel untuk menyalurkan rangsangan listrik. Nantinya, pancaran gelombang elektromagnetik dari emsculpt ini bakal mengencangkan otot dan membakar lemak.

Pancaran gelombang ini membuat otot mengalami kontraksi sekitar 20.000 kali dalam waktu 30 menit.

Tetapi, kontraksi yang berlebihan dapat merusak lemak di area tertentu. Jadi, terapi ini sebaiknya dibatasi, empat kali 30 menit dalam dua pekan. Meski mudah membentuk perut, tapi terapi emsculpt terapi ini tidak bisa dijadikan pengganti olahraga.

Penggunaan emsculpt tidak disarankan bagi yang di tubuhnya tertanam logam seperti alat pacu jantung. Sebab, alat ini dapat menyebabkan hubungan arus pendek dengan logam di dalam tubuh yang membahayakan pengguna. Selain itu, alat ini juga tidak boleh dipakai ibu hamil.

Dokter spesialis kesehatan olahraga dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Andhika Raspati, SpKO, mengatakan, kematian Ashraf Sinclair bukan karena terapi emsculpt. Sebab, terapi EMS tidak berhubungan langsung dengan gangguan jantung yang menyebabkan kematian.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini