nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabah COVID-19 Beri Kesempatan Taman Nasional Bunaken Pulihkan Ekosistem

Subhan Sabu, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 13:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 20 406 2171410 wabah-covid-19-beri-kesempatan-taman-nasional-bunaken-pulihkan-ekosistem-OhFlHWYvAe.jpg Taman Nasional Bunaken (Foto: Subhan Sabu)

MANADO – Penghentian sementara kunjungan wisatawan asal China ke Indonesia akibat wabah virus Korona COVID-19 berdampak besar terhadap pariwisata di Sulawesi Utara, khususnya Taman Nasional Bunaken.

Sebagai salah satu daerah yang paling banyak dikunjungi oleh wisman China, hal itu berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel, restoran maupun kunjungan ke tempat-tempat wisata di Sulut mengalami penurunan. Salah satunya Taman Nasional Bunaken yang sudah sangat terkenal sampai di mancanegara.

Taman bawah laut Bunaken

Kepala Balai Taman Nasional Bunaken (BTNB) Farianna Prabandari mengaku turut prihatin atas kejadian yang terjadi di China, semua peristiwa menurutnya ada hikmah tersendiri.

Farianna tidak memungkiri bahwa dengan berkurangnya kedatangan turis China membawa pengaruh besar terhadap kunjungan ke Taman Nasional Bunaken. Selama ini wisatawan yang datang ke Bunaken paling banyak berasal dari mancanegara.

Tahun 2019, wisatawan yang berkunjung ke Bunaken berjumlah hampir 31 ribu orang. Rinciannya, 21 ribu wisatawan mancanegara dan 10 ribu wisatawan nusantara.

"75 persen dari wisatawan mancanegara adalah wisatawan China. Dengan adanya wabah virus Korona ini, kunjungan ke Taman Nasional Bunaken menurun terutama dari China, kalau dari Eropa masih ada dan nusantara," ujar Kepala BTNB Dr. Farianna Prabandari, S.Hut, M.Si kepada Okezone, Kamis (20/2/2020).

Namun disatu sisi, dengan tidak banyaknya kunjungan membuat laut bisa memulihkan ekosistemnya secara alami dalam hal ini terumbu karang.

"Istirahat dulu, kalau di wisata pendakian itu juga ada masa moratorium, istilahnya ditutup sementara tujuannya untuk pemulihan ekosistem, alamnya istirahat, sama dengan di laut juga begitu. Sekarang ini selain adanya Korona, ombaknya juga lagi besar, ini bagus untuk ekosistem laut untuk beristirahat, itu sisi lainnya," jelas Farianna.

Menurutnya, ada banyak cara untuk pemulihan ekosistem, selain merehabilitasi karang yang rusak, mengistirahatkan sementara dari aktivitas diving atau penyelaman juga termasuk dari salah satu cara pemulihan tersebut.

"Sisi lainnya membuat alam beristirahat untuk memulihkan ekosistemnya, itu saja, garis besarnya itu," pungkas Farianna.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini