3 WNI Kru Kapal Pesiar Diamond Princess Positif COVID-19 Akan Diobservasi di Indonesia

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 09:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 20 481 2171265 3-wni-kru-kapal-pesiar-diamond-princess-positif-covid-19-akan-diobservasi-di-indonesia-0cC0zd701a.jpg Kapal pesiar Diamond Princess (Foto : Cruiseindustrynews)

COVID-19 yang menginfeksi kapal pesiar Diamond Princess beberapa waktu lalu tengah menjadi fokus pemerintah Indonesia setelah sukses memulangkan para WNI yang berasal dari Wuhan, China akhir pekan lalu. Dari sekian banyak WNI yang berada di kapal pesiar tersebut terdapat 3 orang yang dikonfirmasi positif mengidap COVID-19.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto. Menurutnya Kemenkes berencana melakukan konsep pemulangan seluruh WNI yang ada berada di dalam kapal pesiar tersebut. Para penumpang ini juga akan menjalani masa observasi ketika sudah sampai di Indonesia sama seperti WNI asal Wuhan beberapa waktu lalu demi meminimalisir risiko masuknya COVID-19.

“Skenarionya adalah kami jemput semua WNI. Perihal observasi pasti akan kita lakukan. Tapi karena jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan WNI Wuhan kemarin, mungkin observasi akan dilakukan di tempat lain selain Natuna. Siapa tahu ada tempat yang lebih dekat dan bisa mengakomodir semuanya kan lebih efektif,” terang Yuri saat diwawancarai Okezone, Rabu 19 Februari 2020.

Kapal Pesiar Diamond Princess

Pada kesempatan yang sama pun, Yuri mengatakan hasil pemeriksaan terkini menemukan bahwa terdapat setidaknya tiga orang WNI yang dikonfirmasi mengidap COVID-19 dalam kapal Diamond Princess. Ketiga WNI yang positif mengindap COVID-19 tersebut bekerja sebagai ABK (kru) kapal pesiar Princess Diamond.

“Dari 112 WNI, 110 orang sudah negatif sementara dua orang masih dalam pemeriksaan. Dari 78 ABK kapal Diamond Princess, sudah ada tiga orang yang confirm positif dengan alat pemeriksaan PCR. Informasi detail diberikan pemerintah Jepang melalui KBRI. Sisa 75 ABK masih tetap menjalani masa karantina,” tuntas Yuri.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini