nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Alasan Kemenkes Tak Sebutkan Identitas 3 WNI Positif COVID-19 di Kapal Pesiar Princess Diamond

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 10:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 20 481 2171284 alasan-kemenkes-tak-sebutkan-identitas-3-wni-positif-covid-19-di-kapal-pesiar-princess-diamond-uuFZbziMwY.jpg Kapal pesiar Diamond Princess (Foto : Business Insider)

Kasus infeksi COVID-19 yang menular di kapal pesiar Diamond Princess tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Hingga saat ini setidaknya tiga orang WNI yang bekerja sebagai ABK (kru) kapal dikonfirmasi terinfeksi COVID-19.

Sayangnya Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) enggan menyebutkan secara jelas identitas 3 WNI yang terinfeksi COVID-19 di kapal Diamond Princess.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Achmad Yurianto mengatakan Kemenkes sengaja tidak membeberkan identitas WNI yang terkena COVID-19 karena mengacu kepada etika yang berlaku. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari rasa takut dan demi kebaikan bersama.

“Identitas korban tidak akan pernah diumumkan bukan karena pelit, tapi supaya tidak mengegerkan masyarakat. Jadi etikanya tak akan pernah menyebut nama rumah sakit dan nama pasien. 75 WNI yang menjadi ABK kapal masih tetap menjalani masa karantina. Karantinanya berbeda dengan Indonesia karena tidak dipublish tempatnya,” terang Yuri kepada Okezone, baru-baru ini.

Kapal Pesiar Diamond Princess

Lebih lanjut, Sesditjen Yuri mengatakan bahwa kapal pesiar Diamond Princess tersebut dalam status lockdown setelah mengetahui ada penumpang yang terinfeksi COVID-19 di dalamnya. Alhasil tidak ada seorang pun yang boleh masuk ke dalam kapal tersebut selain petugas medis yang telah ditunjuk.

“Tak ada penumpang yang boleh keluar dan tidak ada yang boleh masuk. Setelah dilakukan observasi semua penderitanya meningkat hingga menjadi 244. Dimulai pada hari kelima ada yang sakit, nah WNI kita sakit pada hari ke-10. Banyaknya penumpang yang terus terinfeksi menyebabkan penyakit ini cukup kompleks dan terus bertambah meski sudah di lockdown,” tuntasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini