nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Penderita Hipertensi, Jangan Buru-Buru Konsumsi Obat

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 15:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 20 481 2171524 penderita-hipertensi-jangan-buru-buru-konsumsi-obat-4jpZIa24rR.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PENDERITA hipertensi tahunya harus selalu minum obat untuk menjaga tekanan darahnya. Untuk kondisi hipertensi yang tidak parah, Anda justru bisa menjaga gaya hidup.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah gangguan kesehatan yang sulit disembuhkan. Banyak masyarakat mengidap hipertensi.

hipertensi

Ketua Umum InaSH, dr Tunggul D Situmorang, SpPD KGH mengatakan, hipertensi memiliki tahapan-tahapan bagi para penderitanya. Sehingga persepsi untuk selalu minum obat yang melekat pada masyarakat Indonesia dapat dihilangkan.

“Enggak semua hipertensi harus minum obat. Kalau masih tahap pertama bisa diubah dengan lifestyle yang lebih baik. Obat hanya dikasih pada saat pasien sudah sampai tahap dua atau setelah didiagnosa hipertensi,” ucap Dokter Tunggul dalam acara Cegah Kerusakan Organ Akibat Hipertensi, Kamis (20/2/2020).

Pengurus InaSH sekaligus dokter spesialis saraf, dr Amanda Tiksnadi, SpS (K) mengatakan, untuk menentukan seorang mengidap hipertensi sangatlah mudah. Tidak diperlukan dokter dengan spesialisasi khusus untuk mendiagnosa hipertensi.

dokter inash

“Banyak yang bingung harus ke dokter apa untuk memeriksa hipertensi. Semua dokter memiliki kompetensi untuk mendiagnosis hipertensi jadi tak perlu ke dokter mana-mana. Semua dokter bisa, mulai dari dokter umum sampai cek hipertensi sendiri di rumah,” ucapnya.

Sekadar informasi, seseorang bisa dikatakan mengalami hipertensi apabila tekanan darah sistolik (tekanan darah pada saat kontraksi otot jantung) lebih dari 140 mmHg, sementara tekanan darah diastolik (tekanan darah pada saat otot jantung relaksasi) lebih dari 90mmHg.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini