nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sering Marah-Marah Tandanya Hipertensi, Ini Faktanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 20 Februari 2020 20:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 20 481 2171690 sering-marah-marah-tandanya-hipertensi-ini-faktanya-qlWdZyUrCn.jpg Ilustrasi. (Today)

BANYAK orang percaya mitos, kalau sering marah-marah tandanya hipertensi. Rupanya pernyataan tersebut tidak selalu benar.

Dokter Spesialis Jantung, dr Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) menjelaskan, orang yang gemar marah-marah tidak selalu menderita hipertensi. Namuh marah-marah justru bisa memicu kenaikan tekanan darah pada manusia.

“Memang secara normal kalau aktivitas meningkat, terutama kalau sedang marah bila diukur tekanan darahnya pasti naik. Tetapi itu bukan berarti itu seseorang mengalami tekanan darah tinggi,” ucap Dokter Ario, kepada Okezone, Kamis (20/2/2020).

marah-marah

Namun kebiasaan marah-marah ini, sambungnya, tidak bisa menjadi tolak ukur seseorang mengidap hipertensi. Karena masih banyak orang yang mengidap hipertensi padahal karakternya penyabar dan jarang marah-marah.

“Banyak juga yang mengalami hipertensi, padahal orang itu diam-diam saja. Orangnya diem aja kalem aja, ga pernah marah-marah tapi ketika diukur tekanan darahnya malah tinggi,” lanjutnya.

Senada dengan ucapan Dokter Ario, Dokter Spesialis Saraf, dr Amanda Tiksnadi, SpS (K), pun menjelaskan perbedaan orang yang mengalami tekanan darah tinggi, dengan penderita hipertensi. Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah yang menetap, jadi bukan fluktuatif. Kondisi inilah yang sering dialami penderita hipertensi.

"Kalau seseorang jongkok berdiri saja sudah terjadi perubahan tekanan darah secara tiba-tiba. Tapi kondisi itu akan sembuh dengan sendirinya, jadi tidak bisa disebut sebagai penderita hipertensi,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini