Mengenal Nasi Estafet dari Yogyakarta

Sabtu 22 Februari 2020 13:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 298 2172143 mengenal-nasi-estafet-dari-yogyakarta-hny4tZSRo9.jpg Memberi makan orang lain (Foto: Resep makan sedap)

Sebagai masyarakat sudah seharusnya kita saling tolong menolong dalam kehidupan. Orang yang mampu menolong orang yang kekurangan, salah satu cara menolong orang kesusahan ini dengan gerakan Nasi Estafet.

Gerakan Nasi Estafet sudah berlangsung di Yogyakarta beberapa bulan lalu. Sebuah cara unik untuk berbagi dengan orang lain yang sedang lapar.

 Nasi estafet

Nasi Estafet di Yogyakarta (Foto: KRJogja)

Inisiator Gerakan Nasi Estafet, Adit Dibyandaru mengatakan, gerakan Nasi Estafet digagas untuk membantu orang lain yang sedang lapar namun tak punya uang. Ia mengaku kebingungan dalam membantu kaum dhuafa, fakir miskin, dan musafir atau orang lain yang sedang membutuhkan makan atau sekedar minum selama ini.

“Dulu sempat muter untuk bagi nasi tapi kemudian waktunya habis di jalan. Akhirnya saya punya pikiran buat wadah yang bisa membuat orang-orang lain ikut ambil bagian membantu. Akhirnya beberapa bulan lalu tercetus Nasi Estafet ini,” katanya belum lama ini.

Seperti dilansir dari KRJogja, baru beberapa bulan bergerak, Nasi Estafet rupanya mampu merangkul banyak orang yang memiliki rejeki lebih untuk ikut ambil bagian. Mereka ini disebut sebagai atlet.

Saat ini sudah ada lima etalase Nasi Estafet sederhana yang dibuat dari hasil donasi. Seluruhnya bisa diisi makanan dan minuman untuk diberikan pada orang-orang membutuhkan.

“Luar biasanya banyak sekali yang ingin terlibat membantu, kami menyebutnya Atlet Nasi Estafet dan sekarang sudah ada lima etalase di Giwangan, Patangpuluhan, Candi Gebang depan Masjid Nurul Falaah, depan Starcomp Jalan Kaliurang dan depan Tride Industries Jalan Kalimantan Sinduadi. Di Giwangan, Patangpuluhan, Jalan Kaliurang, dan Candi Gebang setiap hari sudah bergerak sementara yang di Jalan Kalimantan sementara tiap Jumat,” terang Adit.

Selama 24 jam, etalase di lokasi-lokasi tersebut akan tersedia dan harapannya semakin banyak orang mewujudkan niat berbagi untuk orang lain yang membutuhkan. Seperti filosofi estafet saling menyambung antara satu dengan yang lain, berbagi dengan cara sederhana namun mengena.

“Ini yang jadi harapan kami semua, etalase semakin banyak dan orang yang mengisi semakin banyak juga, atletnya tambah banyak. Mudah-mudahan semakin banyak juga orang yang terbantu, ketika tak punya uang untuk makan mereka tahu harus ke mana yakni ke Nasi Estafet tanpa harus khawatir,” lanjut dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini