5 Pertolongan Pertama Ketika Seseorang Alami Serangan Jantung di Kantor

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 21 481 2172257 5-pertolongan-pertama-ketika-seseorang-alami-serangan-jantung-di-kantor-GkSHKWrKiM.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

SERANGAN jantung salah satu penyakit yang paling membunuh seseorang. Serangan jantung dapat dialami oleh siapa saja dan di manapun, termasuk di lingkungan kantor.

Sejak Ashraf Sinclair meninggal dunia akibat serangan jantung, penyakit mematikan ini pun kian jadi sorotan. Anda harus waspada terhadap penyakit serangan jantung agar tidak berdampak buruk.

Data World Health Organization (WHO) pada 2017 menyebutkan penyakit jantung adalah penyumbang kematian terbesar di dunia. Diperkirakan pada 2016 sebanyak 17,9 juta orang meninggal karena penyakit ini, termausk juga dengan serangan jantung.

Serangan jantung termasuk silent killer dan bisa menyerang seseorang secara tiba-tiba. Lantas apa yang harus dilakukan apabila seseorang mengalami serangan jantung, terutama saat berada di tempat kerja?

serangan jantung

Dilansir Okezone dari laman Instagram resmi Kementerian Tenaga Kerja @kemnaker, berikut pertolongan pertama yang dapat dilakukan, apabila ada seseorang yang mengalami serangan jantung menurut Dokter K3 Kemnaker, dr. Putri Oktariani. Berikut ulasannya.

1. Baringkan korban di atas dasar yang keras dan berikan ruang terbuka bagi penderita serangan jantung.

2. Apabila korban tidak sadarkan diri, Anda harus mengecek respon korban dengan cara memanggil-manggilnya. Jika korban tidak merespon, maka Anda bisa melakukan respon lebih lanjut dengan merangsang rasa sakit yakni memberikan tekanan di atas tulang dadanya. Jika masih belum membuahkan hasil maka memanggil ambulans sangat disarankan.

3. Melakukan pemeriksaan nadi. Caranya dengan melakukan pengecekan nadi yang berada di samping leher selama 10 detik. Tak lupa cek pula hembusan napasnya, masih ada atau tidak, dengan cara mendengarkan suara napasnya, sambil melihat pergerakan di bagian dadanya.

4. Jika tidak ada respon dari nadi atau napas maka Anda harus melakukan kompresi. Kompresi adalah dengan cara memberikan penekanan pada dada.

Posisinya adalah dengan cara mencari pertemuan tulang rusuk paling bawah. Dua jari di atas pertemuan tulang rusuk tersebut dan di titik itulah dilakukan penekanan.

5. Sebaiknya jika ada korban serangan jantung dan ingin kita lakukan kompresi, pakaiannya dilepas dahulu. Penekanannya menggunakan tumit tangan dan membentuk posisi seperti mengunci. Posisi kaki atau lutut juga harus sejajar dengan bahu.

Tenaganya diambil dari bahu dan pastikan posisinya berbentuk 90 derajat dengan korban. Penekanan dilakukan sebanyak 30 kali dengan kedalaman lima sampai enam centimeter dengan kecepatan 100-120 kali per menit.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini