nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Berhenti Konsumsi Junk Food Tak Jadi Jaminan Bebas Penyakit Jantung

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Jum'at 21 Februari 2020 21:16 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 21 481 2172349 berhenti-konsumsi-junk-food-tak-jadi-jaminan-bebas-penyakit-jantung-HjCDHgKUqP.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

WORLD Health Organization (WHO) mencatat penyakit jantung sebagai penyumbang kematian terbesar di dunia. Diperkirakan pada 2016 sebanyak 17,9 juta orang meninggal karena penyakit ini.

Banyak yang berpikir bahwa penyakit ini hanya ketika kita makan makanan yang tidak sehat alias junk food. Padahal, kasus serangan jantung bisa dipicu oleh kebiasaan buruk yang pernah dilakukan sebelumnya.

Spesialis Jantung Rumah Sakit Awal Bros, Agung Fabian Chandranegara, mengatakan gaya hidup sembarangan telah menjadi penyumbang besar serangan jantung. Menurutnya, kontrol dalam mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

Menurutnya, kontrol dalam mengonsumsi makanan yang tidak sehat.

"Serangan jantung bisa terjadi karena kebiasaan sebelumnya. Misalnya dari muda seseorang sudah terbiasa makan-makanan tinggi karbohidrat, makanan manis dan tinggi lemak. Semua itu diakumulasi dalam tubuh manusia,” terang dr. Agung lewat videonya.

Lebih lanjut dia menambahkan, kebiasaan makan tidak sehat tersebut menyebabkan penumpukan lemak di dinding pembuluh darah. Hal ini juga bisa menimbulkan penggumpalan darah akibat diabetes maupun kolesterol yang tinggi, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya penyumbatan pembuluh darah jantung.

"Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti nyeri dada, dada tidak nyaman, berdebar-debar, sesak nafas, mudah Lelah, dan denyut jantung tidak teratur. Bisa saja Anda mengalami gejala serangan jantung,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, apabila seseorang bekerja atau berolahraga terlalu keras akan menyebabkan jantung membutuhkan oksigen lebih banyak. Jika plafon dan dinding pembuluh darah robek maka akan terbentuk gumpalan darah yang menempel.

"Nafas seseorang akan mulai terengah-engah, pandangan matanya tidak fokus, kabur dan penglihatannya mulai menghilang. Gumpalan darah di pembuluh darah akan semakin menumpuk dan aliran darahnya yang berisi suplai oksigen menuju jantung semakin lambat," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini