Menunda Nikah karena Belum Mapan, Alasan Valid atau Pelarian Semata?

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 17:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 22 196 2172624 menunda-nikah-karena-belum-mapan-alasan-valid-atau-pelarian-semata-hTa1zjma2C.jpg Banyak orang menunda nikah dengan alasan belum mapan (Foto: Okezone)

Keputusan untuk menikah dan membangun rumah tangga dengan orang yang dipilih untuk menjadi pasangan seumur hidup, bukanlah perkara mudah.

Inilah kenapa ketika menikah, seseorang tersebut menjalani titik besar dalam kehidupannya. Menikah jadi langkah yang sangat besar dalam perjalanan kehidupan.

Tapi pilihan untuk menikah ini tidak bisa diterapkan rata untuk semua orang. Tidak sedikit juga orang-orang yang memilih, memutuskan untuk tidak menikah. Salah satu alasan yang paling familiar kita dengar adalah karena urusan materi, alias uang. Tidak bisa dipungkiri, uang memang memainkan peranan penting dan besar dalam kehidupan seseorang.

Merasa tak punya uang yang cukup, mungkin malah bisa juga meskipun cukup secara materi tapi memutuskan untuk tidak menikah karena tidak mau repot mengurus keuangan bersama pasangan.

Nah, apakah tidak menikah karena uang sebetulnya bisa jadi alasan valid atau sebenarnya hanya jadi pelarian semata? Well, di kalangan masyarakat atau norma sosial, tidak bisa dipungkiri memang masalah uang atau finansial kerap masih jadi tolak ukur kesiapan seseorang untuk menikah.

“Sering terjadi biasanya demikian, sebab dianggap untuk menikah butuh kemapanan, sehingga finansial menjadi tolak ukur,” ujar psikolog dewasa, Meity Arianty, STP., M.Psi.,

Meity menjelaskan, menghubungkan antara uang dan menikah yang patut dipahami adalah sebetulnya konsep hidup mapan bagi setiap orang itu standarnya berbeda-beda.

Ada individu yang harus memilik A hingga Z baru bisa merasa mapan, sehingga baru merasa dirinya siap dan layak untuk menikah. Tetapi di sisi lain, ada juga orang yang mungkin secara materi baru mempunyai A sampai D, tapi merasa sudah mapan finansialnya.

“Namun sebenarnya tidak demikian karena setiap orang memiliki konsep kemapanan yang berbeda-beda. Ada yang merasa sudah memiliki pekerjaan tetap saja sudah cukup dan dianggap mapan, ada yang harus baru memiliki rumah baru merasa matang, jadi bisa berbeda,” imbuhnya.

Tapi di sisi lain, Meity tak menampik bahwa faktor uang biasanya kemungkinan berperan besar untuk menunda atau tidak menikah ini bisa diaplikasikan di satu gender tertentu. Sebab mengacu pada peran gender tersebut di dalam suatu rumah tangga.

“Jadi harusnya finansial tidak menjadi hal utama bagi seseorang untuk menunda pernikahan. Kalau pria mungkin ya, karena pria akan menghidupi dan menjadi kepala rumah tangga,” pungkas Meity.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini