nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Catcalling Bisa Terjadi di Media Sosial, Begini Cara Mengatasinya

Tiara Syifa, Jurnalis · Sabtu 22 Februari 2020 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 22 612 2172517 catcalling-bisa-terjadi-di-media-sosial-begini-cara-mengatasinya-399Kxz8RRs.jpg Ilustrasi. Foto: Understandingrelationship

SETIAP orang menginginkan hidup yang tenang dan damai tanpa ada satu pun yang mengganggu. Namun hal yang mengganggu bisa terjadi di mana saja, meskipun bisa dihindari, tidak menutup kemungkinan akan tetap ada yang melakukanya.

Contoh seperti catcalling atau bentuk pelecehan seksual berupa digoda orang tak dikenal dengan cara bersiul, memanggil atau melambai. Kejadian tersebut tak hanya berpotensi terjadi di jalanan, namun bisa juga di dunia maya atau media sosial.

Catcalling bisa terjadi kepada perempuan atau laki-laki, meskipun hal ini cenderung dialami oleh perempuan.

Dilansir dari Daily Eastern News pada Sabtu (22/2/2020), hasil penelitian yang dilakukan oleh American Association of University Women (AAUW) pada 2006 menunjukkan, 72 persen perempuan dan 59 persen pria mengaku pernah mengalami catcalling berupa orang lain mengunggah pesan seksual tentang mereka di dunia maya.

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Penelitian tersebut juga melaporkan reaksi pertama dari seseorang yang mengalami catcalling, yaitu perasaan kesadaran diri atau rasa malu yang diikuti dengan perasaan marah, kurang percaya diri, dan takut.

Catcalling yang terjadi di dunia maya khususnya di media sosial tidak menutup kemungkinan memiliki dampak yang sama atau lebih parah daripada yang terjadi di jalan. Hal itu dikarenakan media sosial dapat membuat seseorang bersembunyi dengan menggunakan akun palsu beraksi.

Sementara itu Ahli Bahasa Inggris yang juga Direktur Women’s Studies, Jeannie Ludlow mengatakan ketika akun palsu yang berada di platform online (media sosial) mengungah hal yang bersifat seksual tentang orang lain, tidak berarti pesan tersebut harus dianggap kurang serius. Hal tersebut bisa saja terus berkembang dengan pesat jika tidak ditindak dengan serius.

Lebih lanjut, menurut laporan AAUW, siswa memiliki kemungkinan lebih kecil untuk mengalami catcalling. Namun, sebagian besar siswa mengatakan menyebarkan tentang seksual, memata-matai, dan mengirim pesan yang tidak pantas tentang mereka di internet akan lebih menggangu daripada disentuh, dicengkeram, atau dicubit secara langsung.

AAUW juga melaporkan ada tiga alasan utama yang membuat seseorang berani melakukan catcalling, yakni sebagai lucu-lucuan, berpikir orang yang mengalami catcalling akan menyukainya, atau merupakan tindakan normal yang dilakukan oleh banyak orang dan tidak dianggap sebagai masalah yang besar.

Lalu bagaimana cara mengatasi masalah ini? Untuk mencegah hal tersebut terus terjadi, memblok akun pelaku merupakan hal termudah yang dilakukan. Namun tidak menutup kemungkinan hal itu juga bisa diselesaikan dengan memberikan konsekuensi yang lebih berat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini