Adakah Tanda-Tanda Orang Siap Menikah?

Pradita Ananda, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 23 196 2172899 adakah-tanda-tanda-orang-siap-menikah-CdbPJq8J6O.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Membuat komitmen besar dengan menikah, bukan lah hal yang mudah dilakukan. Bukan saja menyatukan dua orang, tetapi juga dua keluarga yang berbeda. Menikah memperlukan kesiapan mental, fisik, dan sederet kesiapan laiannya .

Sudah dewasa atau berlimpah materi, apakah tanda seseorang sudah siap menikah? Sudah siap menjalani peran sebagai suami atau istri?

Logikanya tanda-tanda siap untuk menikah ini berbeda-beda untuk masing-masing orang. Bukan hanya melihat sudah mencapai usia berapa orang tersebut.

Seperti dipaparkan psikolog Meity Arianty, STP., M.Psi., tanda siap untuk menikah itu melibatkan banyak faktor. Contohnya mulai dari kesiapan mental, sampai pemikiran tentang apa yang dinamakan konsep menikah dan berumah tangga itu sendiri.

“Tiap individu tidak akan sama, tergantung setiap orang gimana memandang konsep pernikahan. Sebab kesiapan bisa dilihat dari berbagai faktor, bukan sekedar usia semata. Ada yang 30 tahun tapi belum siap menikah karena kondisi dirinya belom stabil, belum dewasa, belum punya kerjaan tetap, belum menentukan pilihan, masih ingin bebas, dan lain-lain,” ungkap Meity, saat diwawancara Okezone belum lama ini.

Pasangan Kekasih

Sebaliknya, tak sedikit pula individu yang walaupun secara usia masih terbilang muda Contohnya, di bawah usia 30 tahun yang mungkin merasa sudah mampu lahir bathin.

“Ada yang usianya baru 27 tahun, namun cukup dewasa dan merasa sudah mampu bertanggung jawab kepada pasangannya. Jadi ia merasa sudah siap menikah. Jadi memang enggak bisa disamaratakan ya,” tambahnya.

Meski kesiapan dan pandangan akan konsep menikah itu berbeda-beda di setiap orang, Meity meng-highlights secara general. Ada sederet tanda-tanda siap menikah di diri seseorang yang bisa dilihat dan dirasa.

“Jika dilihat secara umum, seseorang yang sudah siap menikah biasanya sudah menyelesaikan pendidikan, memiliki pekerjaan tetap, memiliki pemahaman akan konsep pernikahan, sudah menentukan pasangan yang diinginkan karena jatuh cinta pada seseorang, cukup dewasa untuk melangkah ke jenjang yang lebih serius. Selain itu juga tidak punya trauma akan pernikahan dan sudah siap lahir batin,” tutup Meity.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini