nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengenal Fenomena FoMO dan Dampaknya bagi Kesehatan

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Minggu 23 Februari 2020 13:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 23 481 2172824 mengenal-fenomena-fomo-dan-dampaknya-bagi-kesehatan-YU4LzrJUD5.jpg Ilustrasi (Foto : Askmen)

Bak belati bermata dua, kemajuan teknologi membawa dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Salah satu fenomena yang kini banyak dialami masyarakat urban adalah fenomena Fear of missing out (FoMO).

FoMO adalah suatu kondisi di mana seseorang takut dikatakan tidak update, tidak gaul, dan takut ketinggalan berita yang sedang santer. FoMO adalah rasa takut dan cemas yang bisa menyebabkan efek samping secara fisik maupun psikologis.

Fear of missing out yang biasa disingkat FoMO merupakan jenis kecemasan yang umum dirasakan generasi Y alias milenial, yaitu mereka yang lahir tahun 1981 sampai 2000. Kondisi ini semakin marak saat Instagram, Twitter, Facebook, Snapchat, Path, dan media sosial sosial lainnya, berubah menjadi suatu bagian penting dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Kesehatan Mental

Setiap hari, mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, orang berbondong-bondong menyajikan atau berusaha menjadi yang pertama untuk update informasi tertentu. Sedangkan orang dengan FoMO adalah orang yang paling gampang cemas, tidak nyaman, dan risau kalau mereka ketinggalan informasi apa pun di media sosial.

Mengutip hellosehat.com, Minggu (23/2/2020), Department of Psychology, School of Social Sciences, Nottingham Trent University, di Inggris, mengatakan bahwa FoMO adalah suatu kondisi yang bisa menyebabkan orang berlaku di luar batas kewajaran di media sosial.

Selain takut ketinggalan berita di media sosial, mereka juga kadang sengaja memasang gambar, tulisan, atau bahkan mempromosikan diri yang belum tentu jujur hanya demi terlihat update. Ironisnya, hal ini bisa dianggap sebagai cari sensasi dan kebahagiaan mereka di media sosial palsu.

Dampak bila seseorang mengalami FoMO

Kecemasan yang diperbuat oleh media sosial ini bisa membuat efek negatif yang nyata. Antara lain berdampak buruk bagi mental, fisik, dan kehidupan mereka.

Cemas karena tidak bisa update di media sosial lama-kelamaan bisa menjadi bumerang. Bayangkan saja jika suatu hari orang dengan kecemasan seperti ini tidak mendapatkan akses internet dan listrik atau ketika mereka lupa bawa handphone.

Perlu diketahui, kecemasan adalah suatu hal yang mampu memicu stres berlebihan dan depresi pada seseorang. Berdasarkan sebuah studi, kecemasan dapat membuat produksi hormon-hormon penting tubuh seperti serotonin dan adrenalin terganggu.

Cemas

Alhasil, Anda akan mengalami susah tidur, tidak nafsu makan, sakit kepala, dan mood kacau ketika hormon dalam tubuh Anda tidak seimbang.

Selain itu, saat Anda merasa cemas, tubuh cenderung akan menghasilkan rasa mual. Ini terjadi saat usus mengirimkan sinyal ke otak bahwa tubuh Anda sedang terancam. Tak jarang, akhirnya tubuh akan bereaksi dengan memunculkan rasa mual.

Seperti yang dilaporkan The Nottingham Post dalam Science Direct, FoMO adalah suatu kondisi yang bisa membuat hubungan sosial Anda jadi rusak. Ya, keseringan update di media sosial bisa menimbulkan hal-hal negatif.

Contoh, jika seorang teman mengajak Anda pergi main, lalu Anda menjawab tidak bisa. Namun, tanpa sadar Anda pergi bersama teman Anda yang lain sembari meng-update nya di media sosial.

Hal itu bisa membuat teman Anda yang sebelumnya mengajak Anda akan merasa terkhianati. Ujungnya, tanpa disadari hubungan sosial Anda dengan teman Anda mungkin jadi kurang baik.

Kecanduan Medsos

Boleh menggunakan media sosial, tapi jangan berlebihan

Meskipun FoMO adalah fenomena yang berbahaya bagi kesehatan mental, fisik, dan hubungan sosial Anda, bukan berarti Anda dilarang menggunakan media sosial sama sekali. Boleh, kok, menggunakan media sosial, tapi dengan batasan yang wajar.

Sebagai gantinya, batasi penggunaan media sosial yang seimbang dengan aktivitas Anda. Tidak semua hal di hidup Anda harus di-post juga. Selain itu, usahakan untuk tidak membandingkan hidup Anda dengan kehidupan orang lain di media sosial. Karena sejatinya apa yang ditampilkan di media sosial bukanlah hal yang sebenarnya terjadi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini