nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kelebihan dan Kekurangan Media Sosial, Promosi Usaha hingga Awas Kecanduan Belanja!

Tiara Syifa, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 00:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 23 612 2172948 kelebihan-dan-kekurangan-media-sosial-promosi-usaha-hingga-awas-kecanduan-belanja-TWL7gTphyR.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Seiring berkembangnya zaman, teknologi pun ikut menunjukkan perubahan. Perubahan tersebut semakin terlihat dengan jelas ketika berbagai macam media sosial muncul.

Media sosial merupakan nama untuk teknologi berbasis web dan seluler yang dapat membuat penggunanya melakukan dialog interaktif dengan pengguna yang lain. Selain itu, media sosial juga memberikan dampak positif terhadap pelaku usaha karena dapat mempromosikan bisnisnya kepada orang lain.

Melansir dari Shout Me Loud, media sosial juga bisa membuat penjual menjangkau pelanggannya lebih mudah serta mendapatkan perhatian lebih banyak dari orang atau pelanggan yang berpotensial.

Belanja Online

Dulu mungkin pemilik bisnis hanya bisa menjual barang-barangnya di toko offline, namun sekarang tidak jarang ditemukan yang memunyai situs web, twitter, instagram, atau beberapa toko online di berbagai aplikasi jual-beli.

Jika saat ini para pemilik bisnis tidak menggunakan media sosial tersebut untuk promosi atau mengembangkan usaha, maka akan kehilangan peluang yang signifikan dan bisa saja menjadi tertinggal oleh pesaing.

Dengan menggunakan media sosial, penjual juga bisa berinteraksi langsung dengan pelanggan, membuat iklan produk, serta menaikkan penjualan.

Pelanggan juga diberi kebebasan untuk memilih dalam waktu yang lebih lama tanpa harus takut mengganggu pembeli lainnya, terlebih saat ini penjual dapat memberikan berbagai macam cara pembayaran. Maka dari itu, tidak heran jika sekarang banyak orang yang lebih memilih berbelanja online karena segala kemudahannya.

Meskipun begitu, kemudahan yang didapatkan oleh pelanggan bisa menimbulkan perilaku yang kurang sehat, yaitu ketergantungan dan kalap dalam berbelanja atau dapat disebut dengan kecanduan berbelanja.

Mengutip dari Very Well Mind, kecanduan belanja meruapakan perilaku yang melibatkan pembelian kompulsif sebagai cara untuk merasa lebih baik dan menghindari perasaan negatif seperti kecemasan dan depresi.

Jika sudah mengalami kecanduan, maka akan sulit mengendalikan keinginan untuk berbelanja. Hal itu karena mereka mendapatkan kesenangan dan dapat melepaskan perasaan negatif melalui berbelanja yang terkadang disebut sebagai “terapi ritel”.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini