Obat Dalam Negeri Sudah Mampu Atasi Kanker Loh

Dewi Kania, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 481 2173199 obat-dalam-negeri-sudah-mampu-atasi-kanker-loh-NwdySlAzeA.jpg Ilustrasi. (Thestandard)

INDONESIA dihadapkan dengan ancaman kenaikan kasus kanker yang diprediksikan naik 7 kali lipat pada 2030, menurut World Health Organization. Pemerintah berharap tak hanya masyarakat yang mencegah, namun penanganan penyakit kanker harus berkesinambungan.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat prevalensi tumor/kanker di Indonesia menunjukkan adanya peningkatan dari 1.4 per 1.000 penduduk di tahun 2013 menjadi 1,79 per 1000 penduduk pada tahun 2018.

kanker

Data dari Globocan menyebutkan 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker.  Karena itu, siapapun diminta waspada untuk mencegah kanker sejak dini agar tidak memicu kematian. 

Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan Kemenkes RI M Subuh mengatakan, yang dibutuhkan masyarakat dalam menangani kanker diperlukan pemerataan pelayanan. Seperti memperbanyak penyediaan alat radiasi, minimal satu di setiap provinsi. Hal itu karena kondisi saat ini hanya beberapa provinsi yang memiliki alat tersebut.

"Namun selama rumah sakit mempunyai kemampuan, kompetensi dan dokter yang bisa melakulan kemoterapi, bisa melakukan pelayanan kanker, bisa dilakukan selama RS punya dokter spesialis," kata Subuh. 

Pemerintah dan industri, kata Subuh, perlu melakukan kerja sama yang kuat dalam hal penyediaan obat-obatan, maupun alat medis terkait onkologi.

Direktur Utama Ferron Krestijanto Pandji mengungkapkan, dalam mengawal penanganan kanker, terpenting adalah setiap ada pasien terkena atau terpapar kanker, pihak industri dan pemerintah ada obatnya. Namun yang terjadi selama ini, impor obat kanker masih dilakukan, sehingga pasien kerap mengeluhkan harga obat kanker impor itu mahal. 

obat kanker

"Kita mengimbau bagaimana pemerintah menggunakan obat obat dalam negeri. Daripada kita impor, menggunakan produksi dalam negeri yang kualitasnya bagus," paparnya.

Obat kanker buatan dalam negeri, kata Krestijanto, sebetulnya 80 persen sudah memenuhi kebutuhan. Dengan demikian, diharapkan obat buatan dalam negeri bisa menggantikan obat kanker impor karena kualitasnya setara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini