Terjebak di Asap Kebakaran, Ini 3 Langkah Pertolongan Pertamanya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 481 2173324 terjebak-di-asap-kebakaran-ini-3-langkah-pertolongan-pertamanya-8zFjLIfLpd.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

GEDUNG DPR RI Nusantara III dipenuhi asap pekat akibat gangguan sistem aerosol. Sistem tersebut nampaknya rusak, dan menyebabkan asap seperti kebakaran memenuhi gedung Nusantara III.

Memang, 11 mobil pemadam kebakaran pun sudah siaga untuk memadamkan api. Tapi, karena tidak ada kebakaran maka petugas hanya mengevakuasi seluruh penghuni Gedung DPR.

Memang, menghirup asap tidak bisa dianggap remeh. Pertolongan medis pun wajib dilakukan, meski penghuni telah berhasil dievakuasi dari dalam gedung.

Hal ini dilakukan demi menghindari terjadinya berbagai masalah kesehatan yang disebabkan oleh inhalasi asap, atau kondisi ketika seseorang terlalu banyak menghirup partikel dan gas asap yang berbahaya.

Dilansir Okezone dari WebMD, setidaknya ada 3 langkah pertolongan pertama pada pasien yang terdiagnosa mengalami inhalasi asap. Berikut ulasannya.

Pemberian oksigen

asap kebakaran

Oksigen adalah pengobatan terbaik untuk menangani korban yang menghirup terlalu banyak asap kebakaran. Penanganannya dapat diaplikasikan dengan tabung hidung, masker atau melalui tabung yang diletakkan pada tenggorokan.

Jika ada tanda-tanda masalah pada saluran nafas atas, misalnya suara serak, pasien mungkin perlu diintubasi. Untuk melakukan ini, dokter biasanya akan menempatkan tabung di tenggorokan pasien agar saluran napas tidak menutup karena pembengkakan.

Jika terjadi gangguan pernapasan atau perubahan status mental, maka pasien perlu diintubasi untuk membantu pernapasan dan menyedot lendir yang menyumbat saluran pernapasan.

Bronkoskopi

Bronkoskopi adalah prosedur yang utama dilakukan untuk melihat tingkat kerusakan saluran udara, melalui ruang lingkup yang lebih kecil. Sehingga memungkinkan pengisapan sekresi dan puing-puing kecil yang terhirup bersama udara.

Treatment ini biasanya dilakukan melalui tabung endotrakeal, yakni tabung tipis dengan kamera terpasang, setelah pasien diberikan obat penenang dan penghilang rasa sakit. Prosedur tersebut diperlukan jika terjadi kegagalan pernapasan serius, kegagalan untuk menunjukkan perbaikan klinis, atau kesehatan paru-paru menurun drastis.

Oksigen hiperbarik (HBO)

Jika pasien mengalami keracunan karbon monoksida, oksigenasi hiperbarik dapat dipertimbangkan. Oksigenasi hiperbarik adalah perawatan di mana pasien diberi oksigen dalam ruang kompresi.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa oksigenasi hiperbarik menyebabkan pengurangan gejala sistem saraf. Dalam kasus keracunan karbon monoksida, pemulihan bisa lebih cepat. Indikasi dan ketersediaan perawatan ini bervariasi tergantung pada institusi dan wilayah di mana pasien tersebut dirawat di rumah sakit.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini