Mundur dari PM Malaysia, Intip Tips Awet Muda ala Mahathir Mohamad

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 24 481 2173428 mundur-dari-pm-malaysia-intip-tips-awet-muda-ala-mahathir-mohamad-VJ5QCszNiz.jpg Mahathir Mohamad. (Foto: Shutterstock)

PERDANA Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad mengejutkan publik setelah mengundurkan diri dari jabatannya hari ini. Surat pengunduran diri Mahathir telah dikirimkan ke Raja Malaysia Sultan Yang dipertuan Agong.

Sebagaimana diketahui, pria yang kini berusia 94 tahun itu kembali menjadi PM Malaysia setelah terpilih pada Mei 2018. Meski usianya yang nyaris satu abad, pria ini masih berkecimpung dalam dunia politik

Tentunya Mahathir sendiri memiliki rahasia agar bisa hidup sehat, panjang umur dan terlihat awet muda. Terlebih saat ia mengemban tugas menjadi PM di Negeri Jiran tersebut.

Dilansir Asia One, dia kerap menghindari makanan berlemak, mengurangi karbohidrat dan tidak terlalu banyak mengonsumsi gula adalah rahasia di balik umur panjangnya.

karbohidrat dan tidak terlalu banyak mengonsumsi gula adalah rahasia di balik umur panjangnya.

Ketua Dewan Penasihat Bisnis Thailand Asean sekaligus Moderator acara, Arin Jira sempat bertanya kepada Mahathir tentang resep mengelola pikiran agar tetap tajam meski usia sudah senja.

Mahathir pun mengaku tidak ada rahasia dibalik tubuh sehatnya, pria yang lahir pada 10 Juli 1925 itu menegaskan seseorang harus bisa disiplin terhadap hidupnya sendiri. Mengontrol kebiasaan makan menjadi lebih sehat adalah upaya mendapatkan kesehatan hingga usia tua.

“Jangan makan makanan berlemak, terlalu banyak karbohidrat dan gula. Anda harus aktif, latihan tubuh dan wajib menggunakan otot agar mereka tidak menjadi lemah,” terang Mahathir Mohamad.

Selain menjaga kesehatannya dengan baik, Mahathir juga memfokuskan diri terhadap pekerjaan yang diembannya sebagai PM Malaysia. Keaktifan fisiknya tersebut yang secara tidak langsung mengasah otaknya sehingga bisa berfungsi dengan baik.

“Aktif berarti menggunakan seluruh sistem dan menggunakan otak untuk berbicara, berdebat dan beragumen. Semua kegiatan ini akan mengaktifkan otak sehingga mereka akan berfungsi dengan baik. Jika Anda tidak melakukannya, terutama setelah pensiun maka otak akan cenderung beristirahat dan tidur. Otak dan tubuh akan kehilangan kapasitasnya dan organ lain pun turut memburuk,” lanjutnya.

Meski ia memberikan resep awet muda dan panjang umurnya, namun ia mengaku pengamatan lebih lanjut masih harus dilakukan. Pasalnya tidak ada bukti ilmiah dan uji klinis yang kuat terhadap pernyataan yang telah dibuatnya.

“Apa yang saya lakukan adalah mengamati apa yang terjadi pada saya dan orang lain, dari situ saya membuat kesimpulan sendiri. ini tidak terlalu ilmiah, tidak terbukti, tidak diuji tetapi inilah yang saya amati dari kehidupan yang saya miliki,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini