nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

SARS-CoV-2 Ramai Dibahas, Apakah Berbeda dengan COVID-19?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 19:33 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 24 481 2173463 sars-cov-2-ramai-dibahas-apakah-berbeda-dengan-covid-19-lJVB7bq3hF.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Media sosial ramai membahas SARS-CoV-2 atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 di tengah maraknya pemberitaan mengenai COVID-19 . Hal ini berkaitan dengan pernyataan Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto.

Dalam keterangan Achmad Yurianto di beberapa media online, ia mengeluarkan pernyataan bahwa WN Jepang yang diduga positif COVID-19 itu bukan mengalami COVID-19 tetapi SARS-CoV-2.

Pernyataannya pun membuat beberapa netizen bingung. Salah satunya yang dicuitkan @berlianidris, "Ini permainan kata sajakah? Bukankah ini 2 hal yang sama?" katanya.

Coba menjawab kegelisahan ini, merujuk laman Badan Kesehatan Dunia (WHO) dua hal ini memang berbeda, tapi punya kesamaan.

Virus Corona

WHO mengeluarkan pernyataan bahwa nama penyakit yang mewabah dari China itu adalah COVID-19 atau coronavirus disease. Sedangkan nama virus penyebabnya adalah severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Jadi, dua istilah itu berbeda, tapi saling berkaitan.

Nama COVID-19 beredar di masyarakat setelah International Committee on Taxonomy of Viruses (ICTV) mengusulkan nama ini ke WHO dan pada 11 Februari 2020 nama ini diumumkan ke publik.

COVID-19 dipilih untuk menjelaskan penyakit yang disebabkan oleh coronavirus dan terjadi di 2019. Nama ini memudahkan berbagai pihak mendiskusikan tentang pencegahan, penyebaran, penularan, keparahan, dan pengobatan penyakit.

Terkait dengan nama virus, SARS-CoV-2 dipilih karena virus ini secara genetik terkait dengan coronavirus yang bertanggung jawab atas wabah SARS pada 2003. Sementara itu, penyebab SARS di 2003 dan COVID-19 berbeda.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini