nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aturan Minum Obat yang Harus Dipatuhi Penderita Hipertensi

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 19:47 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 24 481 2173473 aturan-minum-obat-yang-harus-dipatuhi-penderita-hipertensi-c3wG1nzfCv.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Tahukah Anda bahwa hipertensi atau darah tinggi menjadi salah satu dari penyakit yang disebut silent killer. Pasalnya penyakit yang tak bisa disembuhkan ini hadir nyaris tanpa gejala.

Hal tersebut pada akhirnya membuat penderita hipertensi tidak menyadari udah terkena penyakit ini. Selain tak bergejala, penyakit hipertensi juga diketahui terkait erat dengan penyakit kronis lainnya, seperti stroke dan jantung koroner.

Di dunia sendiri, tercatat satu dari empat orang dewasa memiliki hipertensi. Sedangkan jumlah penderita hipertensi di Asia Pasifik sendiri mencapai 65 persen dari total populasi dunia. Di Asia, disebutkan bahwa lebih dari tiga perempat kenaikan prevalensi hipertensi disebabkan oleh pertumbuhan populasi dan penuaan serta pengaruh gaya hidup yang tidak sehat.

Dalam penangannya, mungkin banyak yang masih belum mengerti mengapa seorang pasien hipertensi itu wajib hukumnya mengonsumsi dua obat sekaligus. Dengan kata lain, para penderita hipertensi untuk mengontrol hipertensi tersebut, tidak bisa meminum obat hanya satu macam.

Minum Obat

Dituturkan oleh Dr. Erwinanto, SpJP(K), pengobatan untuk pasien hipertensi itu selalu dimulai dengan kombinasi dua obat sekaligus. Tidak bisa dimulai hanya dengan menggunakan satu jenis obat. “Enggak bisa pakai hanya satu obat, kebanyakan rata-rata pakai dua obat yang harus jadi satu kemasan, jika dipisah kebanyak orang malah lupa minumnya. Bisa juga pakai tiga jenis obat, bahkan lebih dari tiga. Tapi obat jenis satu (ACE-I) dan dua (ARB) tidak boleh digabung,” ujar Dr. Erwinanto, SpJP(K), saat ditemui Senin (24/2/2020) dalam acara “Media Briefing Menarini” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut dijelaskan, takaran kuantitas pemakaian obat pada pasien hipertensi yang selalu dimulai dengan dua jenis obat sekaligus ini sudah berdasarkan penelitian. Dr. Erwinanto, SpJP(K) mengungkapkan, dari hasil penelitian pemakaian hanya satu jenis obat pada pasien hipertensi tidak efektif, sehingga tak bisa mencapai target tekanan darah.

Target BP (blood pressure atau tekanan darah) yang harus dicapai oleh penderita hipertensi ini dibedakan dari segi usia. Jika pasien usianya sudah di atas 65 tahun, maka target tekanan darahnya ada di titik 130-139/80. Berbeda dengan pasien hipertensi berusia di bawah 65 tahun, targetnya 120-129/80.

“Karena satu obat, dari penelitian yang ada menunjukkan itu tidak efektif enggak mencapai target. Satu obat saja enggak bisa mencapai ini. Tiga obat dipakai saat dua obat ternyata enggak efektif, makanya naik jadi tiga dan seterusnya. Selalu dimulai dari dua obat, dilihat enggak efektif baru ditambah,” tutup Dr. Erwinanto, SpJP(K).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini