nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dikira Kebakaran di Gedung DPR, Kenali Aerosol yang Sering Dipakai untuk Hairspray

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 24 Februari 2020 14:20 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 24 611 2173241 dikira-kebakaran-di-gedung-dpr-kenali-aerosol-yang-sering-dipakai-untuk-hairspray-sSMOpBEKWL.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

GEDUNG Nusantara III DPR RI, Senayan, dihebohkan dengan asap tebal. Awalnya, asap tersebut diduga karena adanya kebakaran tapi ternyata karena adanya sistem yang rusak.

Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar mengatakan peristiwa itu bukan kebakaran, tapi sistem aerosol yang terlalu sensitif. Menurutnya saat kejadian terjadi memang sedang masa renovasi terhadap sistem aerosol.

Lantas, apakah itu aerosol? Aerosol biasa digunakan dalam kaleng semprot seperti hairspray dan cat semprot keluar dari kaleng-kaleng itu sebagai kabut partikel kecil. Tapi, para ilmuwan mendefinisikan aerosol sebagai suspensi partikel di atmosfer.

(Foto: Fakhrizal/Okezone)

Melansir sciencedaily, Art Sedlacek, seorang ilmuwan atmosfer di Departemen Energi Brookhaven National Laboratory AS, menjelaskan, aerosol dapat terbentuk secara alami ketika pohon pinus melepaskan zat kimia yang disebut alpha-pinene, minyak yang mengembun menjadi partikel yang dapat tersuspensi.

Jenis lain dari partikel aerosol terbentuk selama pembakaran atau proses industri lainnya di pabrik dan mesin mobil, mulai dari pembakaran biomassa (seperti pohon dan sikat) hingga membuka lahan untuk pertanian, dan bahkan dalam kebakaran memasak.

Partikel aerosol lainnya, disebut "karbon hitam" dan "karbon cokelat". Aerosol karbon hitam dan coklat ini pun dapat memberikan pengaruh pemanasan atau pengaruh pendinginan pada atmosfer kita.

Peran penting lain yang dimainkan aerosol dalam sistem iklim adalah kemampuan mereka untuk membentuk awan. Tetesan awan terbentuk ketika air mengembun pada partikel aerosol. Awan juga dapat memberikan efek pemanasan atau pendinginan pada iklim Bumi.

Dari penelitian mereka, para ilmuwan atmosfer telah menentukan bahwa pengaruh awan dan aerosol terhadap sistem iklim mengimbangi pemanasan dari gas rumah kaca, yang pada akhirnya menjelaskan mengapa para ilmuwan belum melihat sebanyak yang diharapkan dari tingkat gas-gas rumah kaca.

Sekadar informasi, kepulan asap tebal yang diduga akibat kebakaran di Gedung Nusantara III sempat membuat kepanikan. Alarm peringatan kebakaran meraung-raung. Sedikitnya 11 mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke Gedung Nusantara III DPR RI untuk menangani kebakaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini