nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Intip Ruang Observasi ABK World Dream dari COVID-19 di Pulau Sebaru

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 16:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 25 481 2173913 intip-ruang-observasi-abk-world-dream-dari-covid-19-di-pulau-sebaru-5YclSwE1V3.jpg Ilustrasi. (Foto: Heru/Okezone)

SEBANYAK 188 Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal World Dream yang terdampak Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bakal diobservasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu. Rencana penjemputan mereka dilakukan Rabu 26 Februari 2020.

Sementara itu, menurut jadwal yang sudah dibuat, 188 ABK yang terdampak COVID-19 itu akan tiba di Pulau Sebaru pada Jumat 28 Februari 2020, pukul 03.00 WIB. Skema penjemputan pun sudah disiapkan.

188 ABK yang terdampak COVID-19 itu dievakuasi menggunakan KRI Dr. Soeharso. Sebelum masuk ke dalam kapal, para ABK ini akan diperiksa kesehatan fisik dan pengecekan virus COVID-19.

hac

Sebelumnya, menurut Kementerian Kesehatan RI, otoritas Hong Kong menjelaskan bahwa 188 ABK Indonesia dinyatakan negatif COVID-19. Pengecekan ini dilakukan pada 5 hingga 9 Februari 2020.

Namun, agar memastikan ulang kondisi kesehatan, tim medis yang bertugas di KRI Dr. Soeharso akan melakukan pengecekan ulang. "Ini supaya kami mendapatkan hasil kesehatan yang lebih tepat," terang Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Lantas, bagaimana kondisi lokasi observasi ABK dari Kapal World Dream di Pulau Sebaru Kecil? Diterangkan Yuri, pulau ini dipilih karena di pulau tersebut sudah tersedia bangunan layak huni dengan fasilitas yang cukup lengkap.

Bangunan tersebut dulunya adalah klinik rehabilitasi narkoba yang dibangun pada 2008. Di dalam bangunan tersebut, terdapat 168 kasur, dapur, dan fasilitas umum lainnya. Air yang terdapat di klinik ini pun dikatakan sebagai air yang berkualitas baik.

Kemudian, untuk tim medis yang dikerahkan untuk observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kemenkes menurunkan 30 tim medis yang terdiri dari tim sub kesehatan lingkungan yang bertugas menangani kebersihan, penanganan sampah, pengawasan dapur dan kualitas bahan makanan. Lalu, sub tim survailans yang melakukan pencatatan dan melaporkan data harian ke Kemenkes.

Setelah itu, ada juga tim kesehatan yang terdiri dari satu dokter spesialis paru, satu dokter spesialis penyakit dalam dan beberapa perawat.

"Secara keseluruhan, itu tim kesehatan yang akan bertugas di lokasi observasi Pulau Sebaru Kecil. Mereka rencananya sudah akan berada di lokasi observasi pada Rabu (26/2)," tambah Yuri.

Dia menegaskan, Pulau Sebaru Kecil ini menjadi Ring 1 lokasi observasi ABK Kapal World Dream. Untuk Ring 2-nya, itu adalah area di luar pulau. Sebanyak 188 ABK ini akan diobservasi selama 14 hari sesampainya mereka di pulau.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini