nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Masa Karantina WNI Kapal Pesiar Bakal Lebih Panjang, Kenapa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 20:15 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 25 481 2174028 masa-karantina-wni-kapal-pesiar-bakal-lebih-panjang-kenapa-Yk1m0dEh50.jpg Ilustrasi. (Okezone)

KEMENTERIAN Kesehatan mulai mengevakuasi Anak Buah Kapal (ABK) Kapal World Dream yang terdampak Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) pada Rabu (26/2/2020). Lantas, bagaimana nasib ABK yang berada di kapal pesiar Diamond Princess ya?

Sebagaimana diketahui, ABK dari kapal pesiar World Dream akan dievakuasi menggunakan KRI Dr. Soeharso. Kemudian mereka menjalani observasi COVID-19 di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

Skema penjemputan mereka pun sudah dipersiapkan. Seperti yang dikatakan Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto, tim kesehatan dan TNI sudah mulai datang ke Pulau Sebaru Kecil untuk memastikan lokasi observasi COVID-19 siap untuk dipergunakan.

kapal pesiar

Yuri menerangkan, nantinya 188 ABK Kapal World Dream itu mulai mengisi lokasi observasi COVID-19 pada Jumat 28 Februari 2020 pukul 03.00 WIB. Mereka akan diobservasi selama 14 hari terhitung sejak mereka mendarat di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu.

Para ABK ini sejatinya mendapat perlakuan yang sama dengan WNI dari Wuhan yang diobservasi di Natuna. Mereka ditempat di satu lokasi yang sama.

"Tindakan observasi yang dilakukan pada ABK Kapal World Dream analog (sama) dengan apa yang dilakukan pada WNI dari Wuhan di Natuna," kata Yuri pada awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

Di lokasi observasi Pulau Sebaru Kecil, Kemenkes telah menggerakan 30 tim kesehatan yang terdiri dari subtim kesehatan lingkungan, subtim surveilans, dan subtim tim medis yang terdiri dari 1 dokter spesialis paru, 1 dokter spesialis penyakit dalam, dan beberapa perawat.

Sementara itu, apakah tindakan observasi semacam ini akan dilakukan juga pada ABK Kapal Diamond Princess? Yuri menerangkan, ABK Kapal Diamond Princess mendapat perlakukan berbeda. Mulai dari masa inkubasi, hingga penjemputannya.

Yuri menjelaskan, untuk masa inkubasi ABK Kapal Diamond Princess, mereka itu memerlukan waktu 28 hari atau 2x14 hari masa inkubasi. Ini karena tempat mereka berada merupakan episentrum baru COVID-19.

"Sedangkan, kalau kapal pesiar World Dream itu bukan epicentrum, sehingga masa inkubasi mereka berbeda," katanya.

Kemudian, proses penjemputannya pun sampai sekarang masih belum ditetapkan. Ada dua skema yang diusulkan pemerintah, yaitu menggunakan kapal KRI Dr. Soeharso atau dengan pesawat terbang Garuda.

Untuk penjemputan dengan KRI Dr. Soeharso, para ABK nantinya akan dites kesehatan lengkap, termasuk suhu tubuh dan juga keberadaan virus plus rontgen paru, sebelum masuk ke dalam kapal.

Selain itu, akan dilakukan sistem clustering juga pada ABK ini dengan maksud memisahkan ABK yang melakukan kontak langsung dengan orang yang positif COVID-19 yang ABK yang tidak melakukan kontak langsung.

Nah, kalau skema penjemputan dengan pesawat, Yuri tidak menjelaskan lebih lanjut bagaimana prosesnya. Namun, Yuri menerangkan bahwa sampai sekarang belum ada rencana yang disetujui Presiden. Terkait dengan kapan evakuasi dilakukan, Yuri pun belum memberikan tanggalnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini