Curhat Erika Kurnia, Jurnalis yang Kebanjiran di Grogol Utara

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 25 Februari 2020 11:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 25 612 2173716 curhat-erika-kurnia-jurnalis-yang-kebanjiran-di-grogol-utara-VHCaa56DXR.jpg Kawasan indekos Erika Kurnia di Grogol Utara. (Foto: Erika Kurnia)

TAHUN 2020 sepertinya menjadi tahun yang berat bagi warga DKI Jakarta dan sekitarnya. Di awal tahun ini, tepatnya pada 1 Januari lalu, warga Jakarta dikejutkan dengan bencana banjir besar yang melanda sejumlah daerah.

Pada Selasa (25/2/2020) bencana banjir dirasakan kembali oleh warga Jakarta. Tagar #banjir bahkan masih menduduki posisi teratas di Twitter. Meski tidak separah awal tahun lalu, bencana banjir kali ini tetap meresahkan para warga yang hendak beraktivitas.

Seperti yang dialami oleh seorang jurnalis media cetak, Erika Kurnia. Dia terpaksa menunda seluruh aktivitas, setelah melihat halaman depan indekos tempat tinggalnya, yang terletak di kawasan Grogol Utara, digenangi air banjir setinggi betis orang dewasa.

banjir jakarta

Kepada Okezone, Erika pun mengungkapkan bahwa bencana banjir di Tahun 2020 ini, jauh lebih parah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Namun, dia tidak memungkiri lokasi indekosnya memang berada di kawasan rawan banjir.

"Sebenarnya memang rawan banjir karena indekos saya dekat dengan Kali Grogol. Tapi bisa dibilang tahun ini paling parah apalagi 1 Januari kemarin," ujar Erika saat dihubungi via sambungan telepon.

Padahal, menurut Erika, sepanjang tahun 2019 bencana banjir hanya datang 2-3 kali dan cepat surut. Sekarang, baru awal tahun saja sudah, Erika sudah merasakan banjir kelima kalinya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tahun lalu, ketinggian air cenderung tidak sampai menembus bagian dalam rumah pemilik indekos, karena bentuk bangunan memang terbilang tinggi.

Tahun ini, intensitas air meningkat signifikan hingga merangsek masuk ke lantai dasar rumah. Beruntung bagi Erika, kamar indekos sendiri terletak di lantai 2 rumah, sehingga masih aman dari terjangan banjir. Namun tetap saja dia dan teman-teman indekos tetap merasakan dampak dari bencana banjir tersebut.

"Di indekos saya ini banyak karyawan. Ada yang PNS di DPR dan Kementerian Kesehatan. Tadi yang kerja di DPR mau maksain jalan, karena ada kerjaan penting. Yang lain memilih tinggal, karena akses jalan ke kantor mereka juga banjir," jelasnya.

Erika pun sempat menyampaikan beberapa pesan yang dia tujukan kepada Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah Indonesia. Dia meminta agar pemerintah lebih serius dalam menangani isu banjir.

banjir

"Serius saja lah pemerintah nanganin banjir. Kemarin belum musim hujan enggak nyiapin apa-apa. Udah musim hujan begini bingung juga mau ngapain kan," tegas Erika.

"Kalau dibilang masyarakat harus sadar buat enggak buang sampah sembarangan, banyak temen-teman saya yang sadar lingkungan rumahnya kebanjiran juga," tutupnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini