nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Meninggalnya Ashraf, Seberapa Lama Normalnya Orang Berduka?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 11:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 26 196 2174272 pasca-meninggalnya-ashraf-seberapa-lama-normalnya-orang-berduka-s4j8Z1ypma.jpg BCL dan sahabat artis. (Foto: Instagram/@maiaestiantyreal)

DUKA masih menyelimuti keluarga Bunga Citra Lestari (BCL). Beberapa sahabat selebriti masih banyak yang datang memberi dukungan pada BCL setelah suaminya, Ashraf Sinclair, meninggal dunia.

Raut wajah BCL pun terlihat sedih. Ini bisa dilihat dari foto yang dibagikan Maia Estianty di Instagram. Mata BCL pun terlihat sangat sembab. Ia tak bisa menutupi kesedihan yang begitu mendalam yang dia rasakan.

bcl

Kepergian Ashraf Sinclair untuk selama-lamanya pada 18 Februari 2020. BCL sepertinya masih begitu sedih, karena belahan jiwanya tak akan pernah bisa kembali. Lantas, wajarkah situasi yang dialami BCL?

Psikolog Meity Arianty menjelaskan, merasa kehilangan dan sedih pada orang terkasih, apalagi karena kematian, adalah bagian dari kehidupan seseorang yang harus dilewati. Karena itu, wajar sekali jika kesedihan itu muncul bahkan dalam jangka yang panjang.

"Wajar kalau seseorang mengalami kesedihan karena ditinggal orang terkasih, baik itu suami atau istri, anak, orangtua, atau orang yang dicintai," ungkap Meity pada Okezone, Rabu (26/2/2020).

Namun, menjadi tidak wajar jika pada akhirnya orang tersebut terus larut dan tidak mau melanjutkan hidup. Kondisi tersebut bahkan membuat dia putus asa sehingga perlahan terlihat ikut mati bersama orang yang meninggalkannya.

ashraf sinclair

Kalau sudah seperti ini, perlu diberikan dukungan yang serius, karena ia masih memiliki kehidupan yang harus dijalani. Orang sekitarnya tidak boleh putus dukungan agar ada semangat hidup di sana.

Kemudian, jika bicara durasi kesedihan karena ditinggal suami meninggal, Psikolog Meity memiliki pandangannya.

"Ini tergantung seberapa dekat hubungannya dengan almarum. Kalau sangat dekat hubungannya, tentu akan makin lama juga proses kehilangannya," paparnya.

Selain itu, kondisi ini juga tergantung setiap pribadi, karena masing-masing orang memiliki taraf move on-nya tersendiri. Beberapa orang ada yang mudah move on, sedangkan tak sedikit yang sulit move on.

"Mereka yang mudah move on biasanya memiliki pandangan bahwa dirinya merasa harus melanjutkan hidup. Namun, ada juga yang masih terus meratap dan merenungi kepergian orang yang disayang," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini