Rabu Abu, Momen Menebus Dosa bagi Umat Katolik

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 26 Februari 2020 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 26 612 2174589 rabu-abu-momen-menebus-dosa-bagi-umat-katolik-8BodKDCzbD.jpg Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

PERAYAAN Rabu Abu yang dilakukan oleh seluruh umat Katolik di dunia memiliki makna yang mendalam. Namun masih banyak masyarakat yang belum paham dan mengerti mengapa seseorang harus menerima abu?

Dilansir Okezone dari Catholic, Rabu (26/2/2020), Rabu Abu diklaim mengikuti contoh orang Niniwe, Irak yang melakukan penebusan dosa dalam kain kabung dan abu. Dahi seseorang ditandai dengan abu untuk merendahkan hati.

rabu abu

Selain itu simbol abu juga mengingatkan seseorang terhadap kehidupan yang mereka jalani di Bumi. Abu sendiri adalah simbol penebusan dosa yang dibuat sakramental oleh berkat gereja.

Abu akan membantu setiap orang untuk mengembangkan semangat kerendahan hati dan pengorbanan. Pada Rabu Abu, Uskup memberkati jubah yang akan mereka kenakan selama empat puluh hari penebusan dosa.

Mereka juga menaburkan abu di atas jubahnya yang terbuat dari abu pohon palma dari tahun sebelumnya. Ketika umat beriman membaca Tujuh Mazmur Penitensi, para peniten (jemaat yang bertobat) keluar dari gereja sebagai lambang dosa-dosa mereka.

Hal ini sama seperti kisah Adam yang merupakan manusia pertama yang diusir dari Firdaus karena ketidaktaatannya. Para peniten nantinya tidak akan memasuki gereja lagi sampai Kamis Putih.

Mereka juga akan melakukan rekonsilisasi (penebusan dosa) dengan kerja keras selama 40 hari dan absolusi sakramental.

Saat ini semua orang Katolik, baik pendosa umum atau rahasia, datang untuk menerima abu karena pengabdian. Pada zaman sebelumnya, pemberian abu diikuti oleh prosesi pertobatan.

Abu yang dibuat dari bakaran daun palma tahun sebelumnya dibaptis dengan air suci dan diberi wangi-wangian dengan dupa. Abu melambangkan penebusan dosa dan pertobatan.

Mereka juga mengingatkan bahwa Allah murah hati bagi orang yang memanggil-Nya dan bertobat dengan sepenuh hati.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini