nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Haekal Hamdany, Pendiri Sokola Alam untuk Serdadu Kecil di Tanah Harau

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 15:17 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 27 12 2175020 kisah-haekal-hamdany-pendiri-sokola-alam-untuk-serdadu-kecil-di-tanah-harau-5SJPsZXqij.jpg Foto: Okezone

LEMBAH Harau merupakan objek wisata alam subur yang terletak di Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Provinsi Sumatera Barat. Lembah Harau merupakan daerah yang diapit oleh bukit cadas yang panjang dengan ketinggian 150-200 meter. Di antara bukit cadas tersebut terbentang persawahan yang menghijau ketika baru ditanam dan menguning ketika hendak dipanen.

Lokasinya dikelilingi oleh batu pasir yang terjal berwarna-warni, dengan tebing-tebing tinggi. Dibalik ke indahan alamnya dan pesatnya perkembangan pariwisata, tak sebanding dengan keadaan sosial masyarakat disini. Generasi muda harau banyak yang putus sekolah, dibalik kegelisahan itu banyak yang belum mengetahui adanya ruang belajar untuk anak-anak di Nagari Harau, Kecamatan Harau yang didirikan sejak 2017.

Haekal hamdany, pendiri Sokola Alam Harau berawal dari kegelisahannya yang dia amati, banyak generasi muda harau yang putus sekolah. Tak ingin berdiam diri, lelaki berusia 24 tahun ini berinisiatif dengan cara sederhana, ia mendirikan Sekolah Alternatif.

Haekal bersama relawan mengajak anak-anak belajar di ruang terbuka, yang diberi nama “ Sokola Alam Harau” karena belajar hanya memanfaatkan alam tanpa ruang kelas dan meja. Haekal dan pemuda payakumbu pengajar sukarela, ingin generasi muda di lembah harau meraih pendidikan lebih tinggi melihat lebih jauh cakrawala dunia.

Sokola Alam Harau merupakan perkumpulan generasi millenial, yang didirikan oleh Haekal Hamdany berserta teman-teman seperjuangan yang peduli kepada pendidikan. Sekolah alam dijadikan sebagai wadah pendidikan untuk anak-anak pedalaman di derah Harau yang masyarakatnya terutama anak-anak masih minim pendidikan.

Haekal yakin dengan pendidikan masyarakat di Harau, Sumatera Barat sadar dengan potensi dan kearifan lokal yang dimiliki. Ia ingin masyarakat lokal dapat mengelolanya sendiri dengan baik agar tak dikuasai pelaku wisata asing.

“Indonesia sedari dulu ditemukan oleh pemuda, dijaga oleh pemuda, dan tentu harus juga diteruskan oleh pemuda. Untuk membangun Indonesia kita tidak usah muluk-muluk, pemuda harus beraksi dan kita mulai dari kampung halaman,” ujar Haekal.

Sokola Alam Harau tidak hanya berfokus kepada akademik seperti matematika, IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) dan english saja, namun juga berfokus kepada kemampuan dan karakter diri dengan memanfaatkan alam sebagai wadah untuk saling berbagi.

Dia tak menyangka sokolah alam banyak diminati serdadu kecil di lembah harau. “Ada seorang anak yang datang padaku berkata dengan lantang ingin bisa bahasa inggris, 2 jam setelah memasang plang “sokola alam” belasan serdadu kecil langsung menghampiriku sambil teriak mengajak belajar bersama,“ ujar haekal.

Pria kelahiran lembah harau ini mengenyam pendidikan sebagai Mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) jurusan pertanian. Ada perubahan yang ingin haekal ingin wujudkan bersama anak-anak di kampung ia tercinta. Ia bercita-cita ingin menciptakan lapangan pekerjaan disini, yang nantinya serdadu kecil disinilah yang mengelola kekayaan alam di harau.

Tak hanya mengajak belajar namun haekal juga mengajak serdadu kecil di Harau untuk tumbuh kreatif salah satu contohnya membuat kriya unik dengan mengelola tanaman resam agar jadi kerajinan ekonomi kreatif seperti kerajinan tangan gelang, cicin yang bisa dijual.

“Sokola Alam Bagiku adalah sebuah pembelajaran nyata, cara saya berterima kasih pada lingkungan Masa Kecil dulu, cara-ku mengenang Masa kecil. Sebuah cara agar aku tak pernah benar-benar merasa tinggi, dan mereka berhasil tentang hal itu,” ujar lelaki 24 tahun itu.

Nilai tambah Sokola Alam Harau adalah sekolah ini tidak hanya bergerak di bidang seni dan budaya tetapi juga bidang pendidikan dan soft skill sebagai fokus utama mereka. Terlebih Sokola Alam Harau juga memiliki program-program yang bagus serta dapat menarik perhatian masyarakat sekitar, wisatawan lokal dan wisatawan asing.

Sokola Alam Harau ini adalah wujud rasa terimakasih dari beberapa mahasiswa yang berasal dari kota Payakumbuh. Setiap kali pulang ke kampung halaman, mereka memikirkan apa yang bisa mereka perbuat untuk daerah mereka sendiri. Mereka menyebut ini sebagai thankyou project. Ide kreatif ini pun akhirnya benar-benar dikembangkan secara serius. Terbukti atas terbentuknya struktur kepengurusan yang terdiri dari beberapa orang mahasiswa dari berbagai universitas dan jurusan.

Haekal bercerita tanya hanya mahasiswa asal Harau yang ingin jadi relawan mengajar. Ada seorang wanita berasal dari Republik Ceko yang awalnya hanya ingin berlibur di Harau, memutuskan untuk menetap beberapa waktu jadi volunteer untuk mengajarkan ilmu kepada serdadu kecil disana.

Sehabis belajar di sokola alam, Haekal bersama volunteer punya satu ritual khusus, yaitu bajamba (makan bersama) . Volunteer dan para serdadu kecil Lembah Harau akan membaur bersama. (cm)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini