nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Musim Hujan Waspadai Diare yang Bisa Sebabkan Anak Dehidrasi, Kenali Gejalanya

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 15:57 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 27 481 2175048 musim-hujan-waspadai-diare-yang-bisa-sebabkan-anak-dehidrasi-kenali-gejalanya-RuxgspuTql.jpg Ilustrasi (Foto : Medicalnewstoday)

Musim hujan yang melanda seluruh wilayah Indonesia menjadi waktu bagi kuman dan bakteri untuk tumbuh dan berkembang biak. Kondisi ini tentunya dapat memengaruhi kesehatan saluran cerna, salah satunya adalah diare.

Spesialis Gastroenterologi Anak, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp. A(K), mengatakan risiko diare sangat besar terjadi pada anak-anak. Diare ini disebabkan oleh rotavirus yang terdapat dalam makanan yang kebersihannya kurang terjaga dengan baik.

“Selain karena kebersihan yang kurang terjaga masih ada beberapa penyebab lain terjadinya diare, seperti alergi, gangguan kekebalan tubuh, keracunan makanan, malabsorpsi (gangguan penyerapan nutrisi dari usus kecil) dan infeksi,” terang dr. Frieda kepada Okezone, Kamis (27/2/2020).

Anak Diare

Biasanya anak yang diare akan mengalami dehidrasi dan dapat dilihat berdasarkan kondisi fisiknya. Dehidrasi yang dialami oleh anak ini juga memiliki derajat (tingkat keparahan) yang harus diwaspadai oleh para orangtua.

“Mata cekung, air mata kering, mulut kering, tampak kehausan, kulit keriput dan apabila dehidrasinya sudah masuk dalam kategori sedang dan berat harus di bawa ke rumah sakit,” lanjutnya.

Dokter Frieda pun mengimbau para orangtua agar tidak panik apabila sang buah hati terserang diare di musim penghujan. Ia pun memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan oleh para orangtua untuk mengatasi diare pada anak.

“Pertama bisa dilakukan dengan pemberian oralit. Kalau diare harus tetap diberi makan setiap dua jam sekali dengan frekuensi kecil tapi sering. Tapi dipilih makannya yang sehat jangan yang berminyak bersantan, dll. Bisa juga dengan pemberian zink selama 10 hari agar tidak diare lagi,” lanjutnya.

Sang ibu juga harus bisa memastikan dirinya dalam keadaan sehat dan prima. Pasalnya kalau kurang bersih maka anaknya juga akan otomatis tertular penyakit yang sama dengan ibunya. “Terakhir adalah penggunaan antibiotik juga harus selektif dan tidak boleh sembarangan,” tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini