nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Mengatasi Psikis Anak Pasca-Meninggal Orangtua

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 16:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 02 27 481 2175061 cara-mengatasi-psikis-anak-pasca-meninggalnya-orangtua-FcZlccc7n6.png Ilustrasi (Foto: Kinderling.co.au)

BUKAN hal mudah memberitahukan berita kematian pada anak. Hal ini dikarenakan pemahaman anak yang masih terbatas. Terlebih, berita kematian merupakan berita yang membutuhkan kekuatan hati dan mental untuk menerimanya.

Seperti yang baru dialami oleh keluarga aktris cantik Bunga Citra Lestari pasca ditinggal suami, Bunga harus melanjutkan hidupnya bersama anak semata wayangnya Noah Sinclair dan tentunya tidaklah mudah bagi Noah untuk menerima kepergian Ayahnya begitu cepat.

Baru-baru ini, sebuah studi menyebutkan jika adanya keterkaitan antara perasaan duka saat seseorang kehilangan orangtua dengan tekanan psikis. Bahkan kondisi ini bisa mengubah kondisi kesehatan seseorang baik kondisi secara biologis maupun patologis. Maka dari itu, Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan ketika melihat seoarang anak merasa sedih atau terpukul saat kehilangan orangtua seperti:

Biarkan Anak Menangis

Menerima kehilangan seseorang yang sangat dicintai memang tidak mudah. Maka dari itu, jika Anda melihat seorang anak terus menangis kerena kehilangan orang disayanginya, disarankan untuk tidak mengkonfrontasi kesedihannya. Biarkan ia meluapkan kesedihannya sampai pada akhirnya ia merasa lega.

Beri Ruang Anak untuk Mengekspresikan Kesedihannya

Beri ruang dan biarkan anak untuk mengekspresikan kesedihannya. Sebab dengan belajar untuk memahami kesedihan merupakan bagian dari proses yang alamiah kita sama juga membantu psikis anak untuk menjadi lebih baik lagi setelah kehilangan orang yang dicintainya. Pada tahap ini juga merupakan salah satu proses anak untuk menerima kehilangannya. Maka dari itu jangan meremehkan kesedihan anak.

Jangan Pernah Ucapkan "Ayah atau Ibu Pergi ke Surga"

Saat kehilangan satu diantara orangtua, anak pasti akan memberikan pertanyaan "Ayah atau Ibu Pergi kemana? Dan jawaban yang paling seringkali diucapkan adalah "Ayah atau Ibu Pergi ke Surga" Jawaban ini justru akan membuat anak bingung. Untuk itulah, sebaiknya ketika anak mengajukan pertanyaan tersebut ada baiknya Anda berkata jujur dan apa adanya. jelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh anak yang akan membuatnya lebih tenang.

Bantu anak untuk Mengilangkan Perasaan Bersalah

Perasaan bersalah bisa jadi muncul setelah anak kehilangan orangtuanya. Namun, pertanyaannya, apakah perasaan ini bisa hilang sendirinya? Ya, terntu saja itu semua tergantung sejauh mana orangtua berempati pada anak. Jika orangtua kurang peka dengan hal ini bisa jadi perasaan kecewa, marah dan merasa bersalah akan timbul setelah anak kehilangan orang yang dicintainya. Untuk itulah cara terbaik membantu anak supaya tidak timbul perasaan bersalah adalah dengan membuatnya yakin jika kesedihan yang sedang dialaminya juga akan dirasakan oleh semua umat manusia maka dari itu ia harus membuang jauh perasaan bersalah yang ada di dalam dirinya. (cm)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini