nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Warna Dahak Hijau Kekuningan saat Batuk, Anak Terinfeksi Bakteri?

Pradita Ananda, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 17:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 02 27 481 2175109 warna-dahak-hijau-kekuningan-saat-batuk-anak-terinfeksi-bakteri-aGUFCJiiDO.jpg Ilustrasi. (Momsanity)

BATUK jadi salah satu gejala penyakit yang sangat sering dialami oleh banyak orang. Tak terkecuali anak-anak juga rentan.

Berbagai penyakit, apalagi penyakit Infeksi Sistem Pernapasan (ISPA) memang disertai dengan batuk sebagai gejala utamanya. Selain flu hingga demam.

anak batuk

Batuk terdiri dari dua jenis, ada batuk kering tanpa dahak dan ada batuk berdahak. Batuk yang disertai dengan lendir, biasanya berwarna hijau kekuningan.

Sering kita mendengar bahwa batuk yang disertai dahak itu, disebabkan oleh adanya bakteri di saluran pernapasan. Sehingga pemberian antibiotik kerap dijadikan solusi untuk mengatasi batuk berdahak, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Nah jika batuk disertai dahak, benarkah anak terinfeksi bakteri? Anggapan ini ternyata keliru loh!

Sebab, batuk berdahak nyatanya disebutkan tidak semerta-merta disebabkan karena adanya bakteri semata. Menurut penjelasan Spesialis Anak Dr dr Nastiti Kaswandani, SpA (K), didasarkan oleh banyak penelitian, dahak atau lendir berwarna hijau kekuningan bukan hanya disebabkan karena bakteri. Tapi bisa juga disebabkan oleh berbagai faktor.

“Batuk berdahak itu menandakan infeksinya sudah kena bronchus, ini yang membuat dahak,” jelas Dr.dr Nastiti saat ditemui Kamis (27/2/2020) dalam gelaran “BETADINE Natural Series Lunch” di Menteng, Jakarta Pusat.

Sudah banyak penelitiannya, dahak hijau kekuningan itu bukan serta-merta karena bakteri. Faktornya tidak lain karena virus atau alergi, lama-lama sulit keluar dan mengendap.

Untuk membuktikan apakah ada bakteri di saluran pernapasan saat anak mengalami batuk, ada sederet indikator yang bisa dilihat pada tubuh anak. Tanda-tanda ini, ditambahkan Dokter Nastiti, bisa terjadi di dalam dan di luar tubuh.

“Ada rasa nyeri di leher, leher anak ditekan dipegang itu nyeri ini karena ada pembesaran pada kelenjar. Lihat juga amandelnya, biasanya ada putih-putih. Kemudian ada pendarahan di tenggorokan,” imbuhnya.

Selanjutnya, saat dilakukan pemeriksaan lanjutan, yakni pemeriksaan darah. Jika dari pemeriksaan darah ini hasilnya, memperlihatkan peningkatan sel-sel darah putih. Maka bisa dikatakan bahwa bakteri lah penyebabnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini