Alasan Ilmiah Laki-Laki Lebih Rentan Terinfeksi COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 18:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 481 2175169 alasan-ilmiah-laki-laki-lebih-rentan-terinfeksi-covid-19-n3H92ChMvN.jpg Ilustrasi (Foto : Medicinet)

Badan Kesehatan China mengeluarkan data bahwa laki-laki lebih rentan mengalami COVID-19, khususnya mereka yang tua. Ini bisa dilihat dari data kasus yang terjadi, 2,8 persen dialami laki-laki dan 1,7 persennya adalah pasien perempuan.

Selain pada kasus COVID-19, Laki-laki juga menjadi kelompok rentan kasus MERS dan SARS, yang mana ini pun merupakan penyakit infeksi virus korona. Bahkan, pada penyakit ini, laki-laki lebih banyak yang meninggal dibandingkan perempuan.

Mengetahui fakta ini, Okezone coba menanyakan alasannya ke Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Mitra Keluarga Kalideres dr Paskalis Gunawan, SpPD, dan menurutnya, laki-laki lebih rentan karena aktivitas mereka lebih 'mobile'.

"Untuk penjelasan medisnya, sejauh ini belum ada, karena belum ada penelitian lebih lanjut apakah ada faktor genetik yang berperan terhadap kasus COVID-19 ini di tubuh seseorang karena penyakti ini relatif baru," ungkapnya saat ditemui Okezone di acara MNC Life Health Talk bersama RS Mitra Keluarga Kalideres di MNC Tower, Jakarta, Kamis (27/2/2020).

Dokter Paskalis Gunawan

Namun, jika dilihat dari pola mobilisasi, laki-laki itu lebih memiliki mobilitas yang banyak di luar, yang mana ini memungkinkan ia bersinggungan dengan orang banyak. "Mungkin dari situ penyebabnya," sambung dia.

Ia pun menjelaskan, karena salah satu bentuk penyebaran virus korona baru (2019-nCoV) ini melalui droplet, atau percikan air bisa karena bersin, batuk, atau meludah, laki-laki mungkin lebih banyak terpapar karena mobilitas di luar tersebut.

Sementara itu, menurut Sabran Klein, seorang ilmuwan yang mempelajari perbedaan jenis kelamin dalam infeksi virus dan respons vaksinasi dari The Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, laki-laki lebih lemah imunitasnya dalam mengahadpi infeksi.

"Ini adalah pola yang sudah sering kami lihat pada kasus infejsi virus pada saluran pernapasan. Kami juga lihat bahwa perempuan memang lebih baik dalam hal melawan virus," katanya, dilansir Okezone dari New York Times. Tidak hanya itu, Klein juga melihat, perempuan memiliki respons imun yang lebih kuat pasca vaksinasi.

Virus COVID-19

Namun, Dr. Janine Clayton, direktur kantor dari Research on Women's Health di National Institute of Health, menerangkan bahwa meski perempuan sistem imunnya kuat, mereka malah lebih rentan mengalami masalah autoimun.

"Perempuan jauh lebih rentan mengalami masalah autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan lupus, yang mana sistem kekebalan bergeser menjadi overdrive dan menyerang organ dan jaringan tubuh sendiri," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini