nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wamenkes Iran Terinfeksi COVID-19, Benarkah Bisa Dideteksi dari Keringat?

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 20:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 27 481 2175223 wamenkes-iran-terinfeksi-covid-19-benarkah-bisa-dideteksi-dari-keringat-yOey1UeD5r.jpg Wamenkes Iran mengusap keringat ketika konferensi pers (Foto : Newshub)

Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harirchi dinyatakan positif virus corona atau COVID-19. Kabar mengejutkan ini telah dikonfirmasi oleh seorang juru bicara kementerian kesehatan Iran.

Mengutip RT, Kamis (27/2/2020), dalam sebuah wawancara televisi pada Selasa lalu, dia mengatakan bahwa Harirchi telah terinfeksi COVID-19 dan saat ini sedang karantina.

Sebelum isu ini merebak, sebuah video sempat beredar menunjukkan tanda-tanda Harirchi telah terinfeksi virus corona. Dia terlihat sering menyeka keringat di keningnya dan batuk pada saat konferensi pers beberapa jam sebelum dia secara resmi didiagnosis terpapar COVID-19.

Video itu rupanya menimbulkan kekhawatiran tersendiri di tengah masyarakat dunia. Mereka pun bertanya-tanya apakah benar virus corona bisa dideteksi melalui keringat, merujuk pada gejala-gejala yang ditunjukkan Iraj Harirchi?

Wamenkes Iran

Menanggapi hal ini, Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DR. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K) mengatakan, gejala yang dialami Harirchi memang salah satu gejala umum yang terjadi pada suspect virus corona. Kendati demikian, dia menegaskan bahwa virus corona tidak bisa dideteksi hanya karena pasien terduga mengeluarkan keringat dingin.

"Gejala virus corona itu bisa dibilang sama seperti flu biasa atau istilahnya flu-like-syndroms. Gejalanya demam, batuk, dan kalau sudah parah bisa sampai mengalami gangguan pernapasan. Jadi tidak benar corona bisa dideteksi melalui keringat," kata Dokter Agus saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Kamis (27/2/2020).

Nah, untuk menghindari ketidakakuratan informasi alias hoaks, berikut 10 fakta seputar virus corona yang wajib Anda ketahui.

1. Bisa menular antar manusia, tetapi penularan melalui kontak langsung melalui droplet atau melalui batuk atau bersin.

2. Daya tahan tubuh yang baik bisa mencegah kita dari virus korona.

3. Dengan menggunakan alat pelindung diri yang baik, tim medis terhindar dari penularan infeksi.

4. Masa inkubasi 14 hari, jadi bisa saja gejala klinik virus muncul kemudian lolos thermal scanner.

5. Gejala awal tidak spesifik.

6. Pasien yang terinfeksi virus korona bisa sembuh.

7. Bisa menular antar manusia.

8. Infeksi bisa mengenai semua umur.

9. Pada udara terbuka, virus bisa mati dengan alkohol.

10. Tidak semua pasien dengan infeksi ini mengalami gagal napas dan meninggal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini