COVID-19 Bisa Menular Lewat Benda Mati? Ini Penjelasan Dokter

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 22:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 02 27 481 2175270 covid-19-bisa-menular-lewat-benda-mati-ini-penjelasan-dokter-2sD2vZLMe5.jpg Waspada penularan virus korona di RS (Foto : Tellereport))

Kasus virus corona atau COVID-19 masih jadi perhatian utama para pejabat dunia, terlebih setelah Wakil Menteri Kesehatan Iran Iraj Harichi dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.

Teka-teki seputar penyebaran COVID-19 pun kembali menghantui pikiran masyarakat di sejumlah negara. Tak terkecuali Indonesia. Pasalnya, hingga saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih melakukan penelitian guna menemukan solusi untuk menghentikan penyebaran virus yang berasal dari Kota Wuhan, China itu.

Belakangan beredar kabar bahwa virus corona dapat ditularkan melalui benda mati. Informasi ini bahkan telah berseliweran di berbagai media sosial, hingga aplikasi WhatsApp.

Okezone pun mencoba mengonfirmasi kebeneran informasi tersebut kepada Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), DR. dr. Agus Dwi Susanto Sp.P(K). Menurut penuturannya, virus corona bisa menular melalui benda mati bila droplet atau media penularannya menempel di atas permukaan benda.

"Kalau dropletnya masih menempel di permukaan gagang pintu misalnya, terus kita tidak sengaja pegang lalu menyentuh bagian wajah seperti bibir atau mata, ya bisa tertular", kata Dokter Agus saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Kamis (27/2/2020).

Waspada Virus Corona

Lebih lanjut Agus menambahkan, secara teori droplet yang berisikan virus atau kuman penyakit mampu bertahan hingga 48 jam di atas permukaan benda mati. Dalam arti lain, bila droplet itu tersentuh dalam kurun waktu tersebut, maka kemungkinan tertularnya virus menjadi lebih besar.

Perlu digaris bawahi bahwa teori ini berlaku untuk virus SARS. Sementara untuk virus corona sendiri masih belum dapat diketahui secara pasti. Namun, tidak kemungkinan durasinya bisa jauh lebih lama atau lebih cepat.

"Itu lah sebabnya WHO menetapkan bahwa pencegahan virus corona ini nomor satu adalah cuci tangan, bukan menggunakan masker (WHO). Karena risiko tertinggi penularannya adalah kontak langsung dari tangan seseorang yang sudah terkontaminasi virus tersebut, atau terkena percikan droplet saat memegang benda-benda mati di tempat umum," tegas Dokter Agus.

"Jadi dalam kondisi seperti, rutinlah mencuci tangan dengan baik dan benar. Serta jangan lupa meningkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, istirahat cukup, dan rutin berolahraga," imbuhnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini