nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Herry Kurniadi, Mengejar Mimpi Melalui Dbfoods

Wilda Fajriah, Jurnalis · Kamis 27 Februari 2020 16:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 02 27 612 2175067 kisah-herry-kurniadi-mengejar-mimpi-melalui-dbfoods-bIVqQJoz3G.jpg Rendang (Foto: ist)

RENDANG dan Dendeng Balado. Mendengar namanya saja langsung membayangkan nikmatnya menyantap dua jenis olahan daging sapi ini dengan nasi hangat. Masakan khas tanah Minang ini sangat digemari tak hanya masyarakat Minang, tetapi juga masyarakat dunia.

Dendeng balado dan dendeng menjadi oleh-oleh khas tanah Minang. Dua jenis makanan ini menjadi produki andalan DBFOODS, yakni brand kuliner khas Padang yang digagas dan dikembangkan dari sebuah passion.

Herry Kurniadi, seorang pria asal Padang yang merantau untuk melanjutkan studinya di Institut Pertanian Bogor Fakultas Peternakan. Mimpinya menjadi pengusaha berawal sejak lulus SMA (Sekolah Menengah Atas). Di kampusnya, Herry belajar bagaimana membangun bisnis dan mendirikan perusahaan pertamanya, yang kemudian bertransformasi menjadi brand seperti sekarang.

Banyak rintangan yang dilaluinya. Dimulai dari modal yang belum cukup untuk membeli peralatan usahanya. Namun Herry tak berkecil hati, dengan modal yang dimiliki hanya Rp2,5 juta, dia pun mencari investor. Modal yang dibutuhkan kala itu berkisar Rp10 Juta. Dia berhasil mengumpulkan Rp7,5 juta dari teman-temannya yang ingin berinvestasi dan modal itulah yang dipakai Herry untuk membeli peralatan usaha sekaligus jadi pembuka jalan usahanya seiring dengan niat dan tekad yang kuat.

Gagasannya dimulai dari apa yang dimilikinya. Padang yang sudah terkenal dengan kulinernya digabungkan dengan studi teknologi pangan yang dipelajarinya di bangku kuliah menjadi cikal bakal Herry membangun bisnis. Dari sanalah mimpi itu berkembang, Herry ingin produk ciptaannya bisa masuk ke supermarket. Kemudian brand yang dikembangkannya berhasil masuk ke jaringan supermarket terluas di Indonesia (Hypermart). Mimpinya pun tak hanya berhenti di situ, Herry semakin semangat untuk memasukkan produk ciptaannya itu ke supermarket kelas atas.

Sebelumnya produknya dinikmati oleh masyarakat kelas menengah, Herry pun ingin agar kalangan superkaya di Indonesia dan para ekspatriat bisa menikmati produknya. Kini, brand yang dirintisnya berhasil masuk ke jaringan supermarket teratas di Indonesia (Ranch Market), dimana 70% produknya adalah produk impor dan 30% adalah produk premium Indonesia yang berkualitas tinggi. Herry perlu berbangga diri atas perjuangannya tersebut.

Dendeng dan rendang produksi Herry hadir dengan cita rasa khas Padang yang istimewa dan mendunia. Dikemas secara praktis dan higienis, sehingga aman untuk dibawa berpergian ke tempat jauh sekalipun.

Semua itu tak lepas dari pilihan daging sapi yang bebas lemak dan bumbu-bumbu tradisional khas Padang yang berkualitas.

Dan yang paling penting, produknya tidak menggunakan bahan pengawet dan sudah memperoleh Sertifikat Halal dari LPPOM-MUI. Pada dasarnya, makanan olahan dagingnya tidak menggunakan protein hewani dan tidak menggunakan kaldu apapun atau MSG.

Kini Herry mengoperasikan Outlet Pusat Oleh-Oleh di kawasan perniagaan kota Padang, tepatnya di Jalan Niaga. Lokasi ini memiliki banyak sekali landmark, diantaranya adalah Kelenteng See Hin Kiong yang menjadi pusat wisata tidak saja bagi para pelancong, tapi juga bagi warga kota Padang. Di lokasi ini juga terdapat pasar tradisional yang paling terkenal di Padang Selatan, yaitu Pasar Tanah Kongsi.

Suatu kebanggan dan penyemangat bagi Herry ketika usahanya diapresiasi dan didukung oleh Pemerintah Kota Padang dan para pebisnis senior Kota Padang. Namun, bukan perjuangan namanya tanpa jatuh bangun. Herry pun pernah merasakan bagaimana berada di titik terendah. Namun dia punya prinsip "Kegagalan adalah sebuah persiapan".

Masa segar dalam ingatannya, Saat orangtuanya jatuh sakit dan Herry sebagai anak harus berkorban untuk kesembuhan orangtuanya. Kondisi dimana segala asetnya terjual dan habis hanya untuk membeli obat orangtuanya. Aset perusahaannya pun digunakan untuk keperluan orangtuanya. Herry menyadari bahwa kesalahan fatal jika menggunakan uang perusahaan. Tapi demi baktinya pada orangtua tak lagi Herry hiraukan.

“Ada sisi positif yang saya dapatkan, setelah orangtua saya meninggal, setelah asset saya habis, saya berjuang kembali dari awal," paparnya.

Dalam waktu 9 bulan semua asset yang telah habis itu kembali seperti semula. Itulah yang Tuhan berikan ketika seorang anak berbakti sama orangtua.

“Jadi pesan saya ketika kita mau berusaha, kita tetap berbakti sama orangtua. Dengan kita berbakti sama orangtua rezeki kita tetap dijaga,” Begitu kutipnya dalam event Kejar Mimpi CIMB Niaga.

Herry membagikan semangat mengejar mimpinya untuk mahasiswa-mahasiswa Universitas Andalas, agar mereka selalu optimis untuk menggapai mimpinya bahkan dimulai dari hal-hal kecil.

Setelah berhasil mengembangkan usahanya, Herry kembali mengukir mimpinya. DBFOODS yang kini sudah menjadi Padang Food Company, bisa bertransformasi menjadi Asian Food Company. Dan pada waktunya nanti, bisa bertransformasi menjadi Spacefood Company. “Hari ketika DBFOODS menjadi Spacefood Company, adalah hari dimana produk ini juga bisa menjadi solusi bagi masalah kemanusiaan di tingkat global, yaitu pemerataan ketersediaan pangan.

Itulah mimpi seorang anak Padang yang lahir dari keluarga sederhana, almost Drop Out from university (IPB), tapi punya mimpi setinggi langit.

“Mimpi saya selanjutnya, saya punya mimpi di bidang spacefood, makanan luar angkasa. Karena bagi saya masa depan itu beyond the imagination. Saya ingin menghasilkan produk-produk yang tidak cuma dimakan di hari-hari biasa, tapi juga bisa dimakan di luar angkasa," jelasnya.

"Karena sekarang banyak unicorn yang membangun project untuk luar angkasa. Jadi jangan pernah berhenti bermimpi, saya saja punya banyak mimpi dan saya yakin saya akan mencapainya, begitu juga dengan Anda,” tutupnya dalam event #KejarMimpi Leaders Camp di Universitas Andalas tersebut. (cm)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini