nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Pertanyaan yang Bisa Tunjukkan Anda Sedang Depresi

Sabtu 29 Februari 2020 17:21 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 02 29 612 2176166 4-pertanyaan-yang-bisa-tunjukkan-anda-sedang-depresi-Ya7GDat2hz.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

BANYAK omong, ceria dan sering bergaul bukan jaminan orang tidak mengalami depresi loh. Tidak sedikit orang yang tak menyadari bila mengalami depresi.

Padahal, depresi bisa berdampak pada kesehatan mental seseorang. Para ilmuwan di Berlin, Jerman, pun mengembangkan tes depresi untuk deteksi awal.

Ilmuwan Institut Max Planck untuk penelitian pendidikan di Berlin mengembangkan tes kilat yang hanya terdiri atas empat pertanyaan sebagai diagnosis awal depresi.

Dalam diagnosis tersebut, ada empat pertanyaan awal untuk tes depresi itu. Jika pasien menjawab empat pertanyaan dengan "ya", maka ia harus secepat mungkin ke dokter.

Jika pasien menjawab empat pertanyaan dengan

Jawaban dari empat pertanyaan itu dinilai cukup untuk membuat diagnosis. Pertanyaannya memang mudah dan gampang dimengerti masyarakat umum yaitu:

- Apakah pekan ini Anda lebih sering menangis daripada sebelumnya?

- Apakah pekan ini Anda kecewa dengan diri Anda sendiri atau Anda membenci diri sendiri?

- Apakah Anda pekan ini takut menghadapi hari esok?

- Apakah Anda pekan ini merasa sebagai orang yang gagal?

Kalau semua pertanyaan dijawab dengan "ya", berarti ada gejala depresi. Dokter akan merekomendasikan kunjungan ke spesialis.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kembali dilansir dari Solopos, walaupun tes itu memakan waktu kurang dari 10 menit, waktu yang singkat menjadi salah satu argumentasi ketika tes ini dikembangkan.

"Dokter sekarang semakin tidak punya waktu. Terutama di saat darurat, lebih penting lagi untuk bertanya secara singkat," katanya.

Tes kilat untuk diagnosis depresi ini dibuat berdasarkan studi yang diikuti sekitar 1.300 perempuan muda yang berusia antara 18 dan 25 tahun. Oleh sebab itu, tes tersebut tepatnya hanya digunakan untuk kelompok tersebut.

"Untuk pria harus dikembangkan tes yang lebih spesifik, terutama berkaitan dengan 'menangis'. Tergantung kebudayaan, pria lebih jarang menangis dibanding perempuan, atau tidak mau mengakuinya," tutur Max.

Tapi, diagnosis akhir harus dilakukan psikiater atau psikoterapis. Di samping itu, orang-orang yang tidak berpendidikan kedokteran di sekolah-sekolah atau militer juga diimbau untuk mengenali depresi sejak dini dan memberikan pertolongan kepada yang menderita.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini