GERD Mengancam Anak di Musim Hujan, Waspadai 3 Penyakit Lainnya Juga

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Minggu 01 Maret 2020 08:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 01 481 2176329 gerd-mengancam-anak-di-musim-hujan-waspadai-3-penyakit-lainnya-juga-G9NdGospxZ.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

MUSIM hujan membuat imunitas anak mudah menurun. Banyak ancaman penyakit saluran cerna yang bisa Anda waspadai.

Bukan hanya diare atau muntaber, beberapa ancaman penyakit saluran cerna serius dapat dialami anak-anak. Spesialis Anak dr Frieda Handayani, SpA(K) dari RSPI Pondok Indah menjelaskan beberapa penyakitnya.

Berikut empat penyakit saluran cerna yang dapat mengancam anak dan harus dihindari. Apa saja ya?

Refluks Gastroesofageal (GERD)

gerd

GERD terjadi karena kematangan saluran cerna anak yang belum baik, penyakit inilah uang menyebabkan anak menjadi suka gumoh. Makanan yang dikonsumsi anak berusia 5-12 tahun berubah menjadi gas, dan mendorong isi lambung ke atas.

Penyakit ini bisa disebabkan oleh kurangnya aktivitas fisik atau otot kerongkongan yang belum kuat. Refluks berulang bisa menyebabkan iritasi sehingga bisa terjadi mutasi pada lambung dan menjadi keganasan yang berujung pada kanker kerongkongan.

Appendisitis (Radang usus buntu)

Untuk menentukan seseorang mengalami appendisitis, diperlukan The Modified Alvarado Score (TMAS) yang akan menghitung score gejala, tanda dan hasil pemeriksaan laboratoritum. Jika interpretasi TMAS 1-4 artinya sangat mungkin bukan appendisitis akut.

Kalau skor menunjukkan 5-7 tandanya sangat mungkin appendisitis akut. Sementara jika skor menunjukkan 8-10 sudah pasti appendisitis akut dan membutuhkan bantuan dokter.

Gastritis (Radang Lambung)

Infeksi bakteri Helicobacter Pylori yang hidup di bawah selaput lendir lambung dapat menyebabkan tukak lambung (gastritis). Bahkan stres pada anak, juga bisa menyebabkan penyakit ini. Kadar hormon kortisol akan meningkat dalam darah dan mengganggu produksi lendir lambung.

Selain itu gastritis juga bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan faktor protektor dan agresor. Sehingga faktor agresor menang dan merusak selaput lambung, hingga menyebabkan mutasi serta menimbulkan keganasan. Gejala radang lambung adalah sakit perut, mual-mual dan muntah.

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

Orangtua biasanya membiasakan anaknya hidup sehat dengan memberikan chia seed, makan buah-buahan seperti pepaya, konsumsi beras merah, dan minum jus sayur. Tetapi kebiasaan ini justru malah membuat anak menjadi sakit perut.

Jadi serat yang insoluble (tak larut dalam air), sifatnya juga tidak bagus sehingga menyebabkan keram karena perut tak bisa mencerna dengan baik dan berujung pada sakit perut. Oleh sebab itu, orangtua harus membuat food diary untuk mengetahui makanan apa saja yang tidak cocok dengan si anak.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini