Benarkah Disinfektan Barang Ampuh Cegah Virus Korona COVID-19?

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 21:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 481 2177048 benarkah-disinfektan-barang-ampuh-cegah-virus-korona-covid-19-WSxR4n1Vz4.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PEJABAT Senior Otoritas Pengendalian Penyakit Beijing, mengimbau masyarakat tidak perlu melakukan disinfeksi berbagai macam benda untuk menghindari penularan virus korona Wuhan COVID-19.

Sebelumnya beberapa benda seperti ban kendaraan, koridor, sol sepatu dan paket kiriman menjadi barang yang paling sering disemprotkan disinfektan.

Melansir dari Asia One, Wakil Direktur Pusat Pengendalian Penyakit Beijing, Liu Xiaofeng, mengatakan upaya pengendalian epidemi di Beijing menggunakan disinfeksi merupakan reaksi yang berlebihan. Cara ini juga dinilai tidak ilmiah, dan mungkin bisa berbahaya bagi masyarakat.

Cara ini juga dinilai tidak ilmiah, dan mungkin bisa berbahaya bagi masyarakat.

Disinfeksi hanya diperlukan ketika terdapat mikroorganisme berbahaya lainnya, yang dapat menyebabkan infeksi penyakit menular. Dalam kondisi normal, penularan penyakit ini melalui kontak dengan patogen baik secara langsung maupun tidak langsung.

Penularan tergantung dari jumlah patogen yang menempel dan lamanya paparan patogen. Sebagian besar mikroorganisme di udara umumnya tidak berbahaya dan tidak menular dari manusia ke manusia. Oleh sebab itu disinfeksi bukan menjadi cara yang dianjurkan untuk menghindari penyebaran COVID-19.

Dalam lingkungan rumah tangga, seseorang hanya perlu memerhatikan sanitasi tangan dan kebersihan sebelum melakukan kontak langsung dengan makanan. Selain itu kebersihan setelah menggunakan toilet juga harus diperhatikan untuk menangkal penyakit.

Penggunaan disinfektan terlalu sering justru berdampak tidak baik bagi kesehatan manusia. Pasalnya beberapa mikroorganisme yang bermanfaat pada tubuh manusia mungkin akan terbunuh dengan cara tersebut.

Proses disinfeksi hanya dianjurkan dilakukan pada area umum atau tempat yang berpotensi manusia melakukan jabat tangan. Lampu sinar ultraviolet juga tidak direkomendasikan untuk digunakan secara umum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini