China Berhasil Sembuhkan Pasien Korona COVID-19 dengan Transplantasi Paru

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 481 2177052 china-berhasil-sembuhkan-pasien-korona-covid-19-dengan-transplantasi-paru-n7y9k4Palh.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

TRANSPLANTASI paru-paru ganda pertama untuk pasien korona COVID-19 berhasil dilakukan di Wuxi, Provinsi Jiangsu, China Timur pada akhir pekan ini. Proses transplantasi paru-paru tersebut dilakukan oleh Wakil Presiden Rumah Sakit Wuxi, Chen Jingyu.

Chen bersama timnya berhasil melakukan transplantasi setelah menjalani operasi selama lima jam. Untungnya pasien berjenis kelamin pria berusia 59 tahun tersebut sudah sadarkan diri usai melakukan operasi.

Melansir dari Asia One, Senin (2/3/2020), paru-paru yang ditransplantasikan telah berfungsi dengan baik menghirup oksigen, sementara tanda-tanda vital dari pasien pria tersebut pun telah stabil. Diketahui pasien pertama kali mengalami gejala pada 23 Januari 2020 dan didiagnosis mengidap COVID-19 di Jiangsu pada 26 Januari 2020.

 Pasien kemudian dipindahkan menuju Wuxi No 5 People’s Hospital.

Dokter menggunakan Intubasi endotrakeal, sebuah prosedur medis untuk memasukkan alat bantu napas berupa tabung ke dalam tenggrorokan (trakea) melalui mulut atau hidung, pada 7 Februari 2020 dan oksigenasi membran ekstrakorporeal (ECMO) pada 22 Februari 2020. Pasien kemudian dipindahkan menuju Wuxi No 5 People’s Hospital.

Setelah melakukan intubasi endotrakeal, ECMO dan terapi obat. Tes asam nukleat pada pasien pun negatif, tetapi fungsi kedua paru-parunya telah rusak ,dan tidak bisa dikembalikan. Pasien pria tersebut pun mendapatkan sumbangan paru-paru dari seorang pasien yang menderita otak mati.

Paru-paru tersebut dipindahkan menuju Wuxi dengan kereta api berkecepatan tinggi dalam perjalanan yang memakan waktu sekira tujuh jam. Menurut Chen ada sekira tiga persyaratan medis utama untuk melakukan transplantasi paru-paru pada pasien dengan penyakit pneumonia COVID-19.

Pertama, pernapasan pasien dipertahankan oleh ventilator dan ECMO, sementara kegagalan pernapasan paru tidak dapat diubah. Syarat kedua yang wajib dipenuhi adalah tes asam nukleat pada pasien harus berulang kali menunjukkan hasil negatif.

Syarat ketiga sekaligus terakhir adalah fungsi organ lain pasien harus berfungsi normal. Selain itu tubuh juga harus mampu menahan transplantasi paru-paru.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini