Dianggap Kecolongan Korona COVID-19, Menkes: Semua Sesuai Standar WHO

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 21:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 481 2177077 dianggap-kecolongan-korona-covid-19-menkes-semua-sesuai-standar-who-rlsORu2fga.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PRESIDEN Joko Widodo akhirnya mengonfirmasi kasus pertama virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia. Dua orang Indonesia dinyatakan positif terinfeksi COVID-19, setelah melakukan kontak langsung dengan seorang warga Jepang, yang sempat berkunjung ke Indonesia.

Kabar ini sekaligus menjawab rasa penasaran masyarakat Indonesia. Sebelumnya, banyak pihak yang menuding bahwa pemerintah Indonesia telah kecolongan dalam melakukan pengawasan di pintu masuk negara.

covid

Tudingan itu pun dibantah langsung oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Menkes Terawan mengatakan, selama ini pemerintah telah melakukan sejumlah upaya pencegahan, untuk mendeteksi penyebaran virus korona COVID-19 di Tanah Air. Prosedurnya pun mengikuti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Kita sudah melalukan prosedur sesuai dengan standar WHO. Dan sudah dicek sendiri juga sama mereka. Sekarang kita akan tetap jaga dan terus meningkatkan kewaspadaan," ungkapnya saat ditemui di RSPI Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Senin (2/3/2020).

Menkes Terawan lalu memberikan contoh, bagaimana upaya pencegahan yang dilakukan sejumlah negara, seperti Amerika Serikat. Negeri Paman Sam yang selama ini dinilai memiliki pengawasan ketat, ternyata juga menemukan kasus virus korona COVID-19.

Dalam arti lain, semua negara memiliki risiko untuk terinfeksi virus penyakit yang pertama kali ditemukan di Wuhan, China itu.

"Jangan dibilang karena kita tidak mampu, bukan. Sekarang bagaimana kita menangannya sesuai dengan kaidah-kaidah yang ditetapkan oleh WHO," kata Menkes Terawan.

Menkes Terawan tidak memungkiri kasus pertama virus korona di Indonesia, memang tidak menunjukkan gejala. Dia menduga warga negara asal Jepang itu telah mengonsumsi obat-obatan, untuk menurunkan demam dan menghilangkan gejala lainnya seperti batuk.

"Saat itu dia memang tanpa keluhan, tanpa gejala. Atau memang minum obat, saya belum tanya detil. Tapi kemudian kalau minum obat-obat flu, obat batuk ,ya, enggak akan terdeteksi dia. Karena keluhan itu hilang semua," ungkapnya.

Meski kini Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu negara yang positif terpapar COVID-19, Menkes Terawan mengklaim, mekanisme yang dijalankan dalam mencegah penyebaran virus ini juga sudah tepat dan sesuai standar WHO.

"Enggak ada perubahan. Tetapi kita tetap lakukan penguatan juga. Kita lakukan di bandara. Kita tetap awasi dan kita tetap waspadai. Karena memang gejalanya sendiri memang kalian tidak kelihatan," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini