Viral Masker DIY dari Tisu Basah, Dokter Ungkap Bahaya di Baliknya

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 02 Maret 2020 23:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 02 481 2177126 viral-masker-diy-dari-tisu-basah-dokter-ungkap-bahaya-di-baliknya-H8eFQRSLWW.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

SEJAK merebaknya virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), beredar video Do It Yourself (DIY) membuat masker dari tisu basah. Lantas bagaimana tanggapan dokter?

Video yang beredar tersebut, menampilkan tutorial cara membuat masker dari tisu basah. Caranya yakni dengan mengambil satu helai tisu basah baru, kemudian ditetesi hand sanitizer. lalu dilipat dua kali sebagian ujungnya. Kemudian lipatan tersebut dibuka, sehingga terbentuk dua tali pengait yang bisa dikaitkan di kedua telinga.

corona

Lalu apakah masker dari tisu basah ini efektif dipakai sebagai alat pelindung diri dari COVID-19 ya? Menjawab pertanyaan ini, maka Okezone pun bertanya pada dr Erni Juwita SpPD, Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Secara tegas Dokter Erni menjawab bahwa masker dari tisu basah tersebut adalah cara yang tidak benar untuk dilakukan. “Tisu basah? Kotor dong, logikanya ya konteksnya kan itu basah maka akan mudah menyerap apapun. Termasuk debu dan kotoran," katanya saat dihubungi Okezone, Senin (2/3/2020) melalui sambungan telepon.

masker

Gunakan tisu basah sesuai fungsinya, sebagai tisu untuk bersihkan tangan atau benda-benda lain. "Enggak bener itu (kalau bisa jadi masker),” seru dr.Erni,

Dokter Erni lebih lanjut menjelaskan, tisu basah yang sudah dalam keadaan basa, malah akan tambah meningkatkan risiko iritasi saat diberi hand sanitizer, yang mengandung kandungan alkohol.

“Lebih basah ya lebih nempel, hati-hati loh ini basah. Alkohol itu kan menguap, digunakan tidak tepat bikin kuman nempel. Menghirup alkohol kan berbahaya, bisa iritasi di hidung nanti,” tambahnya.

Sementara itu, terkait penggunaan masker, Dokter Erni menghimbau masyarakat untuk tidak perlu panik. Apalagi kepanikan, yang membuat hingga berbondong-bondong menyerbu swalayan, apotek, atau supermarket, hanya untuk stok bahan-bahan atau membeli masker.

“Kan sudah dibilang, orang sehat tidak perlu pakai masker. Perlu itu para petugas medis yang merawat pasien, yang kontak dengan pasien. Ngapain sih effort habis tenaga hanya untuk sia-sia. Masyarakat tuh sudah tahu informasi yang benar, tapi suka enggak dilakukan,” pungkas Dokter Erni tegas.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini