Share

Kisah Wiwid, Kesabaran Diuji saat Tinggal Satu Atap dengan Mertua

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 07 Maret 2020 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 196 2177349 kisah-wiwid-kesabaran-diuji-saat-tinggal-satu-atap-dengan-mertua-33Z6z7iTPv.jpg Ilustrasi. Foto: Getty Images

SEBAGIAN masyarakat Indonesia yang sudah berumahtangga masih tinggal satu rumah dengan orangtua atau mertua. Contoh yang menjalani kehidupan seperti ini adalah Wiwid (nama samaran).

Tinggal satu rumah dengan mertua tentu punya tantangan tersendiri, dan hal inilah yang dikisahkan Wiwid. Ia sabar menjalaninya meski merasa tidak nyaman. Ia kuatkan hatinya agar tidak berdosa sekaligus agar tidak jadi anak yang durhaka.

Ketidaknyaman semakin meningkat karena Wiwid merasa tidak cocok dengan ibu mertuanya. Kepada Okezone, ia mengaku kerap tersinggung oleh kelakuan ibunya itu, yakni menceritakan kejelekan Wiwid kepada orang lain.

Terkadang kejelekan yang diceritakan oleh mertua Wiwid dirasa bukan berdasarkan kenyataan, melainkan hasil imajinasinya sendiri. Wiwid mengatakan sempat ditegur oleh seseorang yang tidak dikenalinya saat pergi berbelanja di pasar perumahan.

Setelah diselidiki wanita paruh baya yang menegur Wiwid di pasar itu adalah teman sang mertua. Beberapa hari sebelum kejadian, mertua Wiwid memang pergi meninggalkan rumah untuk bertemu temannya.

Rupanya momen itu diduga dimanfaatkan oleh sang mertua untuk menyebarkan ujaran kebencian terhadap Wiwid. Dalam cerita tersebut ia dituduh berlaku kasar dan tidak memberikan makanan yang layak kepada sang mertua.

Sahabat mertua itu pun menjadi kesal terhadap Wiwid setelah mendengar cerita tersebut. Padahal Wiwid merasa tidak memiliki masalah apapun. Bahkan setiap hari menu makanan yang diberikan kepada mertuanya sama dengan apa yang disuguhkan kepada suami dan kedua anaknya.

Hal inilah yang membuat Wiwid terkejut bukan main ketika ia ditegur oleh orang lain di keramaian pasar.

Saat ditegur oleh teman mertuanya, Wiwid sama sekali tidak memberikan jawaban atau balasan apapun. Ia hanya diam dan tersenyum. Beberapa orang yang berada di sekitar Wiwid pun seakan tertegun melihat kejadian yang tak terduga itu.

Hingga akhirnya ada salah satu sahabat baik Wiwid, sebut saja Rena yang membantu memecahkan suasana panas tersebut dengan memberikan penjelasan kepada teman mertua Wiwid itu.

Rena mengatakan Wiwid adalah orang yang baik dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.

Di sisi lain, dengan penuh rasa malu usai melabrak Wiwid, wanita yang menegur itu pun langsung pergi meninggalkan tempat kejadian.

Wiwid mengaku kejadian seperti ini bukanlah kejadian pertama, ia kerap ditegur oleh orang yang tidak dikenal dan dituduh tidak sopan terhadap mertua.

Untungnya Wiwid selalu merespons dengan bijak setiap tekanan yang diperolehnya dengan selau tersenyum dan tidak emosi. Ia terus bersabar menghadapi tajamnya lidah mertua, hingga sang mertua meninggal dunia pada 2016.

Sementara itu perlu diketahui tidak semua mertua seperti yang diceritakan Wiwid, sebab banyak yang baik. Contohnya seperti yang dikisahkan akun @getarkrisna, pria beristri yang tinggal di rumah ibunya.

Akun @getarkrisna mengatakan ibunya tidak mempermasalahkan menantunya yang tidak bisa masak. Sebab wanita yang tak bisa masak tetap bisa jadi suami atau orangtua yang baik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini