Kisah Sembuh dari Malas Usai Diserang Penyakit

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Sabtu 07 Maret 2020 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 196 2177497 kisah-sembuh-dari-malas-usai-diserang-penyakit-yvBsPYl7Ly.jpg Ilustrasi. Foto: Boldsky

TERKADANG nasihat tak mempan untuk menyembuhkan rasa malas. Hal ini sudah dibuktikan oleh Boy (nama samaran), ia kerap menasihati istrinya yang malas, dan yang membuat sembuh justru penyakit yang menyerang pujaan hatinya tersebut.

Kepada Okezone ia menceritakan, pada awal pernikahan, kehidupan mereka berjalan dengan baik sebagaimana mestinya. Tapi lama-kelamaan sang istri sebut saja Fia mulai menunjukkan sifat sesungguhnya, yaitu malas.

Boy mengatakan sebenarnya sifat dasar Fia sudah mulai terlihat sebelum mereka menikah. Namun karena sudah terlanjur cinta, Boy pun tetap membulatkan tekadnya untuk menikahi pujaan hatinya itu dengan harapan bisa berubah setelah berumah tangga.

Namun sayangnya Boy merasa Fia tidak berubah, ia bahkan dinilai tidak menjalankan tugasnya sebagai ibu rumah tangga dengan baik. Bahkan ketika pasangan ini sudah dikaruniai seorang anak laki-laki bernama Al.

Fia merawat Al secara alakadarnya, justru Boy lah yang lebih telaten untuk merawat sang buah hati di sela-sela pekerjaannya sebagai karyawan swasta. Sang istri juga tidak mau membersihkan rumah maupun memasak. Ia cenderung suka membeli makanan di restoran atau gerai-gerai lain.

Sementara rumahnya pun berantakan hingga berdebu karena tidak pernah dibersihkan. Boy mengatakan yang dilakukan Fia setiap hari adalah menonton televisi dan tidur.

Hal ini terus berlanjut hingga anak mereka, Al sudah duduk di bangku SMU. Saking malasnya, Fia terkadang menyuruh Al yang mulai dewasa untuk berbelanja ke pasar dan melakukan pekerjaan rumah lainnya seperti memasak, mencuci piring, dan menyapu rumah.

Menurut Boy, Al melakukannya dengan sangat terpaksa, tidak berani membantah karena Fia yang galak. Al hanya bisa mematuhi semua hal yang diperintahkan oleh sang ibu.

Sama halnya dengan Boy, walau dirinya kepala rumah tangga, namun tidak sanggup melawan Fia. Boy terus menerus mengalah dengan alasan menghindari keributan dalam keluarga.

Hingga pada 2008 kondisi ekonomi keluarga Boy semakin menurun seiring berjalannya waktu. Boy yang sudah keluar dari pekerjaannya sebagai karyawan swasta, memutuskan untuk bekerja bersama saudaranya.

Saat ini bisa dibilang keluarga Boy hidup pas-pasan. Melihat kesulitan yang tengah dihadapi oleh suaminya, Fia pun masih belum tergerak hatinya. Tidak ada satu usaha pun yang dilakukannya untuk membantu suami mencari uang tambahan.

Al yang hanya menamatkan pendidikan di jenjang SMU kini telah bekerja demi membantu ekonomi keluarganya. Beberapa kali ia mendesak sang ibu untuk mencari aktivitas atau rutinitas, namun ditolak.

Boy mengatakan, akibat perilakunya yang malas dan tidak memiliki rutinitas, Fia akhirnya terkena beberapa penyakit, di antaranya hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung.

Fia bahkan sempat masuk ke rumah sakit akibat penyakit tersebut. Boy yang selama ini bersabar terus menasihati Fia. Terlebih saat keluarga mereka dihadapkan oleh tunggakan rumah sakit yang cukup menguras kantong. Alhasil Boy terpaksa menjual kendaraannya dan mencari pinjaman untuk membayar tunggakan rumah sakit Fia.

Sejak Fia pulang dari rumah sakit dan melewati proses penyembuhan, ia mulai terbuka pikirannya dan mencoba mencari aktivitas. Ia mencoba berjualan makanan supaya tubuhnya dapat bekerja sebagai mestinya agar tidak sakit lagi.

Saat ini kondisi ekonomi keluarga Boy sudah semakin membaik, pasalnya Al sudah mendapatkan promosi jabatan di kantornya, sementara Fia mencoba membuka katering di dekat tempat tinggalnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini