Bayi Lahir dengan Berat Badan Rendah Berisiko Alami Gangguan Pendengaran

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 03 Maret 2020 17:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 481 2177456 bayi-lahir-dengan-berat-badan-rendah-berisiko-alami-gangguan-pendengaran-hU7AronbyC.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

Gangguan pendengaran bisa terjadi pada bayi baru lahir. Ya, kondisi ini terjadi karena beberapa hal dan ini sangat tergantung dari bagaimana kehamilan si ibu.

Diterangkan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorok - Bedah Kepala dan Leher Konseling dr. Fikri Mirza Putrantro, Sp.THT-KL (K), ada beberapa kelompok bayi berisiko tinggi alami gangguan pendengaran. Salah satunya adalah bayi lahir dengan berat badan rendah.

"Bayi yang lahir dengan berat badan rendah menjadi kelompok faktor risiko sangat tinggi gangguan pendengaran," kata dr Fikri di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Dia melanjutkan, faktor risiko si bayi mengalami gangguan pendengaran sekitar 10 kali lipat dari bayi lahir normal. Makanya, sangat dianjurkan untuk semua orangtua yang memiliki bayi lahir dengan berat badan rendah memantau perkembangan fungsi indera pendengarannya.

Bayi Baru Lahir

Selain bayi lahir dengan berat badan rendah, ada kelompok faktor risiko lain yang juga sangat rentan mengalami gangguan pendengaran. Mereka adalah bayi dengan kondisi tubuh kuning, bayi lahir tidak menangis, bayi prematur lebih dari 3 minggu, dan bayi yang memiliki riwayat kejang.

Selain kelompok bayi, ibu hamil dengan riwayat campak juga menjadi faktor risiko tinggi melahirkan bayi dengan gangguan pendengaran.

"Saya anjurkan untuk semua orangtua untuk menjaga kehamilan dan bagi pemilik bayi yang baru lahir, diharapkan untuk selalu memperhatikan tumbuh kembang anak, salah satunya fungsi indera pendengaran," saran dr Fikri.

Ia menambahkan, pemeriksaan dini sudah bisa dilakukan di usia anak di bawah 6 bulan. Pengecekannya bisa dengan tes kejut atau melihat reaksi bayi ketika dia sedang menyusui atau mendengar suara.

"Kalau bayinya diam saja tidak memberi respons apapun, itu bisa dicurigai memiliki gangguan pendengaran. Namun, untuk diagnosis tepatnya, bisa dibawa ke spesialis THT anak," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini