Ramai Tisu Basah Jadi Masker, Begini Kata Kemenkes

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 03 Maret 2020 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 03 481 2177551 ramai-tisu-basah-jadi-masker-begini-kata-kemenkes-mstCsbYDsG.jpg Viral tutorial masker tisu basah (Foto : Gloria_abygael Ritonga/Youtube)

Kelangkaan masker yang terjadi di tengah masyarakat akibat COVID-19 jadi salah satu alasan kepanikan. Beberapa oknum akhrinya menggunakan momentum ini untuk mengambil keuntungan sendiri.

Di sisi lain, beredar di media sosial video cara membuat masker dari tisu basah di tengah ramai isu COVID-19. Video ini semacam memberi harapan bagi masyarakat yang kesusahan dalam mendapatkan masker. Tapi, apakah langkah ini benar?

Kementerian Kesehatan pun angkat bicara terkait penggunaan tisu basah untuk masker ini. Menurut Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Achmad Yurianto, kalau masyarakat memang mau pakai masker, ya, pakailah masker.

Tisu basah dianggap kurang efektif untuk dijadikan masker karena malah akan membuat debu nempel semua di lapisan tisunya. "Tisu basah kena debu malah nempel semua debunya di tisu, kan itu basah luar dalam," terangnya pada awak media di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Kemenkes

Yuri menegaskan, kalau memang masyarakat sekadar membutuhkan benda yang bisa menutupi debu, tisu basah memang bisa, tapi bukan digunakan untuk jadi masker. "Kalau sekadar bisa, ya, memang bisa. Kertas juga bisa," tandas Yuri.

Tutorial Masker Tisu Basah

(Foto : gloria_abygael Ritonga/Youtube)

Sementara itu, Ahli Penyakit Tropik dan Infeksi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dr. Erni Juwita, SpPD, menerangkan bahwa ada bahaya di balik penggunaan tisu basah sebagai masker.

"Logikanya, ya, konteksnya kan itu basah, maka akan mudah menyerap apapun. Termasuk debu dan kotoran," kata dr Erni pada Okezone, kemarin.

Kemudian, dia menegaskan, gunakanlah tisu basah sebagaimana fungsinya yaitu untuk membersihkan tangan atau benda-benda lain. "Engga bener itu kalau bisa jadi masker," tegas dia.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini