Media Sosial Pengaruhi Kebiasaan Makan Seseorang Loh

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 18:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 298 2178179 media-sosial-pengaruhi-kebiasaan-makan-seseorang-loh-2XVKjSht50.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

MELIHAT kebiasaan makan orang lain di media sosial, mungkin membuat Anda terinspirasi. Ada bagusnya hal ini dicontoh, terutama jika rajin makan buah dan sayur, lalu menjauhi junk food.

Ternyata, hal itu dibenarkan oleh sebuah studi yang membuktikan bahwa kebiasaan makan seseorang, dapat dipengaruhi oleh media sosial. Menurut para peneliti, seseorang cenderung mengonsumsi sayur dan buah-buahan dengan porsi lebih, bila rekan atau teman sejawat mereka melakukan hal yang sama di media sosial.

Sayangnya, konsep yang disebut dengan istilah copycat tactics ini tidak hanya menyangkut gaya hidup sehat. Hal tersebut juga berlaku pada kebiasaan makan yang tidak sehat seperti mengonsumsi junk food.

kebiasaan makan

Maka dari itu, diperlukan strategi khusus untuk mencegah kebiasaan makan tidak sehat, dengan mengurangi konten-konten yang sekiranya dapat memunculkan hasrat untuk mengonsumsinya. Dalam hal ini, para influencer di media sosial lah yang memiliki andil besar untuk memengaruhi kebiasaan makan followers-nya.

"Studi ini menunjukkan bahwa ada kebiasaan makan kita kemungkinan besar dipengaruhi oleh orang-orang di sekitar, teman sebaya, dan juga konten-konten yang diunggah influencer di media sosial. Kita secara tidak sadar mengikuti kebiasaan mereka," ujar Pemimpin penelitian Lily Hawkins dari Aston University, Birmingham, Inggris.

Lebih lanjut Lily menjelaskan, temuan ini juga sangat berguna untuk menghentikan kebiasaan makan tidak sehat pada anak-anak, akibat penggunaan media sosial yang berlebihan. Studi yang dipublikasilan pada journal Appetite ini juga telah melakukan survey khusus kepada 369 mahasiswa dan mahasiswi.

Survei tersebut dilakukan untuk mengestimasi seberapa banyak buah, sayuran, serta jumlah kalori dan gula yang masuk ke tubuh teman-teman mereka di media sosial setiap hari. Informasi itu kemudian akan dicocokkan dengan data dari kebiasaan makan mereka sendiri. Hasilnya pun cukup mengejutkan.

Mahasiswa dengan circle pertemanan yang hobi mengonsumsi junk food, cenderung memiliki kebiasaan serupa. Bahkan, porsinya bisa lebih banyak.

Sementara mereka yang memiliki lingkungan pertemanan sehat, justru lebih banyak mengonsumsi buah-buahan dan sayuran. Persepsi ini diklaim muncul setelah melihat foto atau konten tentang makanan yang diunggah oleh teman-temannya di media sosial.

"Penelitian seperti ini membuktikan bagaimana kebiasaan makan kita dipengaruhi oleh persepsi kita tentang orang lain di media sosial," ujar Aislint Pigott, seorang ahli gizi dari British Dietetic Association.

"Oleh karena itu promosi hidup sehat yang dilakukan di media sosial, terutama yang berfokus pada makanan dan kondisi tubuh, sangat diperlukan demi mempengaruhi keputusan mereka untuk menerapkan pola hidup sehat," tandasnya. Demikian dilansir dari Dailymail, Rabu (4/3/2020).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini