Kemenkes Minta Pemda Tak Umumkan Sendiri Kasus COVID-19

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 14:41 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 481 2178016 kemenkes-minta-pemda-tak-umumkan-sendiri-kasus-covid-19-eE20kTauJD.jpg Jubir Penanganan Korona Achmad Yurianto (Foto : Arif Julianto/Okezone)

Kementerian Kesehatan meminta kepada seluruh pemerintah daerah untuk tidak membagikan informasi mengenai kasus COVID-19 kepada masyarakat. Sebab, itu merupakan ranahnya Kemenkes dan medis.

Sikap ini disampaikan Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto. Terlebih ini kasus pertama, sehingga ada baiknya pihak yang berkompeten di bidangnya saja yang memberikan pernyataan mengenai kasus COVID-19.

"Karena ini kasus pertama, kami ambil alih untuk kami laporkan," tegas Yuri di Kantor Kemenkes, Jakarta, Selasa 3 Maret 3 2020.

Ia mempertanyakan juga bagaimana bisa Pemda mendapatkan data pasien suspect COVID-19. "Kalau kemudian daerah mengumumkan sendiri, saya nggak tahu dia dari mana, kalau Cianjur mengumumkan sendiri pasien suspect COVID-19, dari mana mereka mendapatkan datanya," sambungnya.

Jubir Corona

Yuri menegaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemda terkait kasus COVID-19 ini agar tidak ada informasi yang malah nanti akan membuat masyarakat bingung dan situasi menjadi tidak kondusif.

"Kami akan koordinasikan lagi dengan pemerintah daerah agar sekali lagi bahwa pada ranah medis biarkan pihak medis yang mengumumkan. Saya takutnya nanti bias gak karu-karuan," tambahnya.

Sebelumnya, terdapat informasi yang menjelaskan bahwa ada kasus suspect di Cianjur. Pasien ini tiga hari dirawat di RS Dr. Hafiz (RSDH) Cianjur, Jawa Barat. Pasien kemudian meninggal dunia pada Selasa (3/3) pukul 04.00 WIB.

Kemenkes pun menegaskan bahwa pasien suspect ini negatif COVID-19 dan meninggal bukan karena virus korona COVID-19.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini