Peneliti Klaim Wabah Korona COVID-19 Bakal Berkurang di Musim Panas

Rabu 04 Maret 2020 18:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 04 481 2178185 peneliti-klaim-wabah-korona-covid-19-bakal-berkurang-di-musim-panas-Sv5HJHYWii.jpg Ilustrasi. (Shutterstock)

PARA peneliti menilai bahwa wabah virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) bakal menjadi penyakit musiman. Sebab, ketika musim panas tiba, wabah COVID-19 diklaim bakal berkurang.

Hal itu diungkapkan oleh Ahli Virus dari Queen Mary University of London, Inggris, Profesor John Oxford. Dia memprediksi COVID-19 akan menjadi penyakit musiman. Di musim dingin, virus ini akan berkembang dan mulai berkurang pada musim panas.

corona

COVID-19 kini telah bermutasi dan menyebar dengan cepat ke 90.000-an, dengan tingkat kematian sekira 2 persen. Peningkatan angka orang yang terinfeksi juga menunjukkan perlambatan, menyusul pergantian musim dari musim dingin ke musim semi.

Ilmuwan juga percaya bahwa COVID-19 dapat menjadi penyakit musiman, seperti virus korona jenis lainnya, yang telah menyebabkan gejala flu. Jika benar, virus diprediksi muncul dan meningkat pada musim dingin dan berkurang di musim panas.

Penyakit musiman artinya hanya terjadi ketika musimnya saja. Seperti flu yang biasanya menyerang orang saat musim hujan atau musim dingin. Flu juga mudah menyebar dengan sentuhan fisik.

"Ketika melihat anggota keluarga virus korona lainnya, itu merupakan virus yang menyerang pernapasan dan kami sudah mengetahuinya selama 50 tahun terakhir, itu merupakan virus musiman," kata Ahli Virus dari Queen Mary University of London, Profesor John Oxford, seperti dilansir dari laman Telegraph, Selasa (3/3/2020).

Menurut Oxford, COVID-19 itu seperti flu biasa. Karakteristiknya sama seperti virus yang ditemukan pada 50 tahun terakhir dan menjadi virus musiman. Oxford menambahkan, ketika COVID-19 dapat menjadi penyakit musiman, korban yang sembuh akan semakin banyak.

"Harapan saya adalah bahwa virus ini akan musiman dan bahwa musim semi dan musim panas yang akan datang dapat membantu kita dalam pertempuran melawan virus dan mungkin memiliki efek yang sangat signifikan," katanya.

Menurutnya kebiasaan yang berbeda yang dilakukan pada musim semi akan membuat virus kurang dapat ditranmisikan. Menurut laporan National Geographic, virus korona yang menyebabkan COVID-19 terdiri dari kumpulan protein dan lipid. Mereka dapat berpindah dari manusia ke manusia lain melalui kontak fisik, demikian laporan Solopos, Rabu (4/3/2020).

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini