Selain COVID-19, ABK di Pulau Sebaru Dapat Ancaman DBD

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Rabu 04 Maret 2020 19:20 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 03 04 481 2178202 selain-covid-19-abk-di-pulau-sebaru-dapat-ancaman-dbd-rRg7FHylZH.jpg Aktivitas ABK di Pulau Sebaru. (Foto: BNPB)

BUKAN penularan virus korona/Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang dikhawatirkan, justru Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar World Dream dan Princess Diamond, harus waspada ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Sebabnya di kawasan hutan kecil Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, ditemukan jentik nyamuk penyebab DBD.

Untuk kondisi lingkungan di Pulau Sebaru Kecil memang dipenuhi dengan pepohonan, yang memungkinkan vektor keluar masuk bangunan tempat ABK diobservasi dari COVID-19. Untuk mencegah hal tersebut, dilakukan pengendalian vektor dan kesehatan lingkungan oleh tim kesehatan.

abk diamond

Kegiatan ini dilakukan atas kerja sama antara Kementerian Kesehatan, termasuk di dalamnya Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan, Kantor Kesehatan Pelabuhan, TNI, dan BNPB. Pengendalian vektor dilakukan dengan melakukan survei vektor di area observasi ABK World Dream Sebaru 1 mulai pukul 09.00 WIB.

Tapi yang mengejutkan, hasil survei telah ditemukan jentik Aedes Albofictus di area perkebunan dan ditemukan juga nyamuk dewasa Aedes Aegypti, di area lapangan tenis yang jaraknya kurang lebih250 meter dari asrama para WNI ABK World Dream, dilansir Okezone dari Sehatnegeriku, Rabu (4/3/2020).

Seluruh wilayah observasi COVID-19 di Pulau Sebaru Kecil pun dilakukan fogging untuk mencegah penularan penyakit dari vektor seperti nyamuk. Terkait kesehatan lingkungan, dilakukan bersih-bersih pantai pada pukul 06.00 sampai 07.00 WIB oleh tim gabungan antara tim kesehatan dan TNI.

Area pantai yang dibersihkan kurang lebih 200 meter dan sampah yg diambil adalah sampah plastik berupa botol air mineral, gelas air mineral, kantong kresek, styrofoam, bungkus mie instan, dan kardus nasi kotak. Volume sampah yang diambil sebanyak 8 polybag.

Kesehatan air pun terus dipantau. Hari ini tim kesehatan lingkungan telah mengambil sampel kualitas air minum/bersih untuk uji mikrobiologi secara kualitatif di 2 titik, yakni titik sampel di ground tank yang diambil pada pukul 09.05 WIB dan titik sampel outlet water treatment yang diambil pada pukul 09.10 WIB.

Hasil sampel akan diketahui setelah diinkubasi dalam inkubator pada saat suhu 35 derajat celcius selama 24 jam. Logistik yang dibutuhkan adalah polybag sampah organik ramah lingkungan, polybag kuning untuk sampah medis, media KIE COVID-19, dan masker bedah.

Rencana kegiatan berikutnya, antara lain pengelolaan sampah/limbah medis berupa jarum suntik sisa pengambilan darah, pemusnahan limbah medis dilakukan bila incinerator sudah bisa difungsikan, dan pengangkutan dan pemusnahan sampah domestik oleh NUBIKA TNI AD.

1
3
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini